Superhero Saja Salah Pilih Pacar

June 10, 2017

superhero dc

Sebenarnya hari ini masih ada kerjaan numpuk berupa orderan konten softselling suatu e-commerce. Tapi karena mood belum muncul, mari senam jari di blog dulu. Perlu diketahui juga bahwa tulisan ini akan banyak spoiler, jadi kalau belum kelar nonton seluruh season terkini serial superhero DC dan nggak suka spoiler, mungkin sebaiknya jangan dilanjut baca dulu.

Read the rest of this entry »


Mengapa Martabak Favorit Tak Dicantumkan di Kolom KTP?

September 15, 2016

Bagi sebagian orang, martabak itu sangatlah penting. Masing-masing memiliki martabak favoritnya. Ada yang suka martabak tradisional yang pilihan campurannya hanya sebatas, coklat, kacang, wijen dan keju. Tetapi ada juga yang lebih suka martabak kekinian dengan varian green tea, strawberry, jagung,  coklat dan kejunya pun ada pilihan varian (toblerone, nutela, ovomaltine, pro chizz, kraft, dan lain-lain), bahkan menteganya pun ada pilihannya.

Ilustrasi ini bukanlah Martabak Bangka Ronny, hanya sekedar martabak pertolongan pertama pada kelaparan.

Ilustrasi ini bukanlah Martabak Bangka Ronny, hanya sekedar martabak pertolongan pertama pada kelaparan.

 

Sesama penyuka martabak tradisional pun bukan berarti memiliki selera yang sama. Pasalnya ada begitu banyak tukang martabak dengan brand-nya masing-masing. Sebagian orang menyukai Martabak Alim, Martabak AA, Martabak Ayung dan lain-lain. Saya sendiri adalah penggemar martabak bangka Ronny.

Read the rest of this entry »


Memalak dan Babi

February 6, 2015

Semasa kecil tentunya pernah mengalami kondisi dimana seorang anak dipalak oleh anak yang berbadan lebih besar. Anak yang berbadan kecil terkadang tak berdaya melawan. Salah satunya adalah teman saya. Namun dia cukup cerdik dalam menghadapinya.

Ketika dipalak makanannya, dia pun menyerahkan makanannya sambil berbisik, “bang, saya sih nggak apa makanannya diambil. Cuma saya kasih tahu saja kalau makanannya ada babinya.”

Ternyata anak berbadan kecil ini selamat dari pemalakan, ketika si pemalak sadar bahwa anak yang dipalak tersebut tidak berpantang makan babi, anak berbadan besar ini tak berani lagi memalak makanan si anak berbadan kecil.

Ada yang menggelitik di benak saya mengenai peristiwa ini. Seorang anak takut makan babi karena haram, tetapi tidak takut berdosa karena memalak orang yang tak berdaya melawannya.

Apakah memang sudah sejak kecil ditanamkan menghindari makanan dengan kandungan tertentu tetapi tidak ditanamkan untuk tidak menindas orang yang lebih lemah?

Mengapa seseorang lebih takut berdosa karena memakan sesuatu ketimbang merasa bersalah karena menindas orang lain? Sudah tepatkah ajaran itu?


Tafsir Saya yang Awam

October 4, 2014

Semua tahu, hari raya Qurban yang diperingati oleh umat Islam dilakukan dalam rangka memperingati peristiwa nabi Ibrahim yang diminta mengorbankan anaknya demi menguji kepatuhannya pada Tuhan. Apakah dia tega mengorbankan darah dagingnya sendiri demi memenuhi permintaan Tuhan? Dan Ibrahim lolos ujian, lalu Tuhan menggantinya dengan hewan kurban.

Read the rest of this entry »


Flying Like A Phoenix

June 5, 2011

Kutipan  “That which does not kill us makes us stronger” dari Friedrich Nietzsche mungkin paling pas menggambarkan sosok Phoenix. Sang burung api tak mati-mati atau selalu bangkit kembali setelah terbunuh dalam kawah gunung api. Apa yang tidak membunuh kita akan membuat kita semakin kuat. Hal tersebut benar adanya. Melongok pada para tokoh-tokoh yang selamat dari pengalaman nyaris mati, biasanya mereka menjadi lebih kuat dan tak segan merangkul dan membantu sesama agar terhindar dari pengalaman buruk yang serupa.

Semalam saya membaca kisah hidup salah seorang musisi yang saya kagumi, yaitu Indra Qadarsih dari blog salah seorang fansnya. Beliau selamat dari beberapa pengalaman yang nyaris merenggut maut karena ketergantungannya pada narkoba. Tetapi kini Indra menjelma menjadi sosok yang relijius, tak segan membantu para musisi lain, atau bahkan kepada para fansnya sekalipun. Jika membaca twitternya akan sering terlihat ucapan “Selamat bahagia!”, maka energi positif dan racun-racun bahagia pun menyebar pada semua followernya. Sama sekali tidak terlihat sikap arogan atau sok ngartis, padahal prestasinya bukan main-main. Selain virus bahagia, kesadaran untuk terus bersyukur pun ditularkan olehnya. Kini dia pun hidup bahagia dengan dikaruniai istri dan anak.

Read the rest of this entry »


Tulisan dari Masa Lampau

October 24, 2010

Niatnya ingin mencari tugas-tugas kuliah jaman S1 dahulu. Tapi apa daya, laptop ini berbeda dengan yang digunakan waktu kuliah di Depok dahulu. Ternyata berbagai dokumen dari masa-masa masih di Elektro itu tidak ada yang dipindahkan ke laptop tercinta ini. Memang sih sudah sempat di burn di CD, tapi semuanya ditinggal di kamar rumah. Padahal sekarang posisi di kos. Dengan perlengkapan tempur yang serba minim. Bahkan sendok garpu dari logam pun tak ada (heh apa hubungannya ya?).

Walhasil, alih-alih ketemu berkas-berkas data jaman kuliah S1, malah ketemu beberapa peninggalan tulisan curhat jaman tahun 2005. Memang berkas tertua di komputer ini tertanggal 2005. Karena memang laptop butut yang sangat berjasa ini diadopsi oleh gue tahun 2005. Agak geli juga baca tulisan-tulisan tersebut. Curhatan mengenai cita-cita jadi penulis. Entah juga, apakah harapan gue itu sudah tercapai, atau sekedar pencapaian asal-asalan. Karena pada dasarnya gue pengen akan bisa bikin karya sastra, sebuat master piece, seperti idola junjungan gue YB. Mangunwijaya. Toh beliau juga berawal menulis karya tulis teknik, dan akhirnya menyeberang ke sastra. Nah sekian dulu kalimat pembukanya.. Berikut ini adalah tulisan yang ditulis pada 26 Desember 2005.

Read the rest of this entry »


Simpati

October 24, 2010

Tulisan ini gue buat tahun 2006, tepatnya 26 April 2006. Belum pernah dimuat dalam blog, karena memang tadinya cuma untuk koleksi pribadi. Tapi setelah dibaca-baca, rasanya tak ada salahnya berbagi tulisan ini ke umum.

Senin pagi, 24 April 2006… gue bangun pagi, siap untuk menjalankan rencana gue pagi itu. Hari ini gue berencana untuk refreshing menikmati liburan gue ke Anyer dengan Nenni dan Raya. Tapi seperti biasa rutinitas bangun pagi gue selalu diawali dengan mengecek hp gue, ada 3 sms dan salah satu diantaranya berita duka. So planning gue berubah, gue segera mandi dan berangkat untuk layat.

Bisa diitung berapa kali gue layat, hari ini adalah kelima kalinya. Pertama kali gue ngelayat adalah jaman gue SMP kelas 1, rombongan kelas diliburkan karena yang meninggal adalah salah satu temen sekelas gue. Pengalaman pertama yang cukup buruk, karena semua bisa nangis nunjukin rasa simpati, kecuali gue. Ga tau kenapa gue seperti orang yang ga punya hati, cuma bisa diem.

Read the rest of this entry »