Ini logika yang benar-benar kacau

October 8, 2016

Biasalah menjelang pemilihan gubernur DKI suasana jadi panas. Topik panas yang pada akhirnya membuat salah satu calon gubernur dihujat adalah ucapannya yang dianggap menghina kitab suci umat mayoritas di Indonesia.

Well, setiap serangan pasti ada juga yang melakukan pembelaan. Tapi kadang memang menggunakan istilah yang dianggap menyinggung orang yang memang pada dasarnya sering tersinggung. Ya gimana nggak tersinggung, terhadap nama akun gue saja mereka tersinggung. Nama akun quratengil yang gue sandang sejak 2003 dulu dianggap sebagai penistaan kitab suci umat mayoritas. Di situ gue sudah mulai jleb.

vivitolol

Read the rest of this entry »


Mengapa Martabak Favorit Tak Dicantumkan di Kolom KTP?

September 15, 2016

Bagi sebagian orang, martabak itu sangatlah penting. Masing-masing memiliki martabak favoritnya. Ada yang suka martabak tradisional yang pilihan campurannya hanya sebatas, coklat, kacang, wijen dan keju. Tetapi ada juga yang lebih suka martabak kekinian dengan varian green tea, strawberry, jagung,  coklat dan kejunya pun ada pilihan varian (toblerone, nutela, ovomaltine, pro chizz, kraft, dan lain-lain), bahkan menteganya pun ada pilihannya.

Ilustrasi ini bukanlah Martabak Bangka Ronny, hanya sekedar martabak pertolongan pertama pada kelaparan.

Ilustrasi ini bukanlah Martabak Bangka Ronny, hanya sekedar martabak pertolongan pertama pada kelaparan.

 

Sesama penyuka martabak tradisional pun bukan berarti memiliki selera yang sama. Pasalnya ada begitu banyak tukang martabak dengan brand-nya masing-masing. Sebagian orang menyukai Martabak Alim, Martabak AA, Martabak Ayung dan lain-lain. Saya sendiri adalah penggemar martabak bangka Ronny.

Read the rest of this entry »


Hidayah Sebagai Hak Prerogatif Tuhan

February 28, 2016

Sebenarnya pemikiran ini sudah lama ada di otak gue dan belum pernah sempat gue tulis. Saat ini gue sangat terdorong untuk menuliskannya gara-gara pengalaman gue kemarin. Bagi yang ingin mengritik atau tersinggung, mohon jangan baca setengah-setengah, tetapi baca sampai selesai. Ini ekspresi keprihatinan gue atas banyaknya orang yang sangat senang mengobarkan kebencian karena merasa membela sesuatu yang dia sendiri ternyata belum memiliki pemahaman secara mendalam.

Read the rest of this entry »


Memalak dan Babi

February 6, 2015

Semasa kecil tentunya pernah mengalami kondisi dimana seorang anak dipalak oleh anak yang berbadan lebih besar. Anak yang berbadan kecil terkadang tak berdaya melawan. Salah satunya adalah teman saya. Namun dia cukup cerdik dalam menghadapinya.

Ketika dipalak makanannya, dia pun menyerahkan makanannya sambil berbisik, “bang, saya sih nggak apa makanannya diambil. Cuma saya kasih tahu saja kalau makanannya ada babinya.”

Ternyata anak berbadan kecil ini selamat dari pemalakan, ketika si pemalak sadar bahwa anak yang dipalak tersebut tidak berpantang makan babi, anak berbadan besar ini tak berani lagi memalak makanan si anak berbadan kecil.

Ada yang menggelitik di benak saya mengenai peristiwa ini. Seorang anak takut makan babi karena haram, tetapi tidak takut berdosa karena memalak orang yang tak berdaya melawannya.

Apakah memang sudah sejak kecil ditanamkan menghindari makanan dengan kandungan tertentu tetapi tidak ditanamkan untuk tidak menindas orang yang lebih lemah?

Mengapa seseorang lebih takut berdosa karena memakan sesuatu ketimbang merasa bersalah karena menindas orang lain? Sudah tepatkah ajaran itu?


Resepsi Pernikahan

May 24, 2010

Ketika obrolan ini dilakukan, gue dan seorang sahabat gue yang juga masih jomblo sedang duduk-duduk di lounge sambil menunggu film bioskop diputar.

Gue: Gar, kalau nikah, lo mau pake resepsi atau nggak?

Dia: Maksudnya? Lo ngajakin gue nikah gitu?

Gue: Bukaaaan, tapi sampai sekarang gue nggak ngerti manfaat resepsi pernikahan.

Dia: Ya itu namanya syukuran, membagi kebahagiaan dengan orang lain yang diundang.

Gue: Tapi apa iya orang yang diundang akan merasakan kebahagiaan? Bukannya kadang orang-orang yang diundang jadi serba salah? Kadang jadi terpaksa datang juga, belum lagi kalau banyak resepsi yang harus didatangi. Gue lihat status facebook orang ada kok yang ngeluh karena di hari itu tanggal tua jadi harus keluar duit juga untuk ngasih amplop di resepsi. Belum lagi kalau ada undangan yang bentrok. Jadi bingung sendiri kan mau datang resepsi yang mana. Banyak uang dan waktu yang terbuang percuma, orang yang menikah harus keluar banyak dana untuk resepsi toh yang datang juga harus keluar duit, tapi itupun gak balik modal. Sayang kan kalo uang segitu banyak kebuang hanya untuk satu hari saja, itu pun bukan satu hari penuh, tapi hanya beberapa jam saja. Sedangkan pernikahan itu kan maunya untuk selamanya, jadi jangka waktunya lebih panjang. Mending dananya buat modal bangun rumah tangga yang baru dibentuk. Trus apa iya bagi-bagi kebahagiaan? Gimana dengan pertanyaan-pertanyaan yang muncul buat orang yang masih jomblo di resepsi itu, kadang kan ada yang iseng ngelontarin pertanyaan “kapan nyusul?” nah itu malah bisa bikin orang jadi risih. Bagi gue resepsi pernikahan itu nggak praktis.

Dia: Gue sih setuju saja sama elo, mungkin keluarga gue bisa untuk terima gak ada resepsi. Tapi terkadang keluarga cewe atau cewenya sendiri kan gengsi untuk gak ngadain resepsi. Ya kadang itu jadi ajang untuk pamer juga.

Gue: Ya karena memang sudah dibentuk paradigma yang seperti itu. Tapi coba lihat deh, gue pernah tulis di salah satu blog gue, judulnya Ide itu Punya Kaki. Di tulisan itu gue kasih contoh, gimana ada pergeseran nilai resepsi itu sendiri. Dulu ngasih uang atau amplop itu kan sempat dianggap tabu, normalnya dulu bawa kado atau bingkisan. Tapi berkat ada yang berani membuat dobrakan dengan menyisipkan sepotong kertas di undangan yang isinya kira-kira “tanpa mengurangi rasa hormat, mohon hadiah tidak dalam bentuk bingkisan/karangan bunga”. Awalnya hal itu kan terasa aneh. Tapi lama-lama jadi biasa, yang akhirnya tanpa sisipan potongan kertas itu orang inisiatif untuk ngasih amplop uang aja ke resepsi. Padahal tanpa itu, awalnya pasti sama-sama bingung. Si mempelai dapat begitu banyak barang yang jenisnya hampir sama akhirnya jadi nggak terpakai, dan tamu yang diundang juga agak repot cari-cari bingkisan. Kalau di luar negeri mungkin ada juga yang agak nyentrik dengan menyertakan daftar kado yang dibutuhkan lengkap dengan tempat barang itu bisa dibeli saat ngirim undangan. Tapi kan kalau tamunya ratusan jadi ga efektif juga.

Dia: Iya juga sih Ndah, tapi mungkin sifatnya lebih ke pengumuman bahwa kedua mempelai sudah menikah. Kalau menurut gue, biar nggak repot pasang saja pengumuman iklan telah menikah di koran ya?

Gue: Hmm, menurut gue masih nggak efektif sih, soalnya kan pasang iklan di koran juga tetap keluar uang, dan belum tentu kena sasaran. Toh belum tentu teman-teman dekat yang kenal baca, malah yang baca kemungkinan orang-orang yang ga kita kenal. Sebenarnya ada lho solusi yang lebih murah dan kena sasaran kalau memang sifatnya cuma berupa pengumuman. Pasang saja di jejaring sosial, seperti Facebook atau Friendster. Daftar teman-teman kita kan pasti orang-orang yang kita kenal, jadi mereka dapat informasinya bukan orang lain dan gratis pula. Mungkin gak ya, dari peralihan resepsi pernikahan yang tadinya tanda suka cita dikasih dalam bentuk bingkisan ke uang, bisa beralih lagi, jadi tanpa resepsi dan cukup pengumuman di Facebook.

Obrolan kami pun terputus, karena sudah ada panggilan untuk studio tempat film yang akan kami tonton diputar.


Kura-kura itu sudah tiada

March 30, 2010

Sepanjang perjalanan malam itu hujan lumayan deras, untung sesampai di parkiran kantornya air yang tercurah dari langit sudah mulai bersahabat. Tak perlu membawa payung, gue pun berlari kecil menuju lobby kantor. Banyak orang berkerumun di pintu depan lobby, tak ada yang gue kenal. Seorang editor baru menawarkan pertolongannya memasuki ruang edit bagian luar. Sesampainya di situ, gue pun terduduk, gue lihat dua sosok yang gue kenal, Ayu dan Tony. Ayu, yang dulu terasa kurang akrab memandang dengan ramah dan bersahabat. Sekilas gue pun memahami. Dia pernah mengalami apa yang gue rasakan, dan gue yakin dia tau apa yang gue tau. “Mau ke ruangan Socrates Ndah?”, tanyanya seraya tersenyum ramah. Gue pun bersalaman layaknya orang yang sudah berteman lama, dia pun mengantar gue ke ruang kerja Socrates. Dia dijuluki Socrates karena konon sering mengenakan kaos Socrates, pemain Brazil tahun 70-80an.

socrates

Masuk dalam ruangan tersebut, gue menepuk pundak Socrates dari belakang. Sekilas jadi ingat adegan Jill yang tiba-tiba kembali menghampiri Bailey setelah sekian lama menghilang. Socrates pun menoleh dan menampilkan reaksi yang sama seperti Bailey. Gue terdiam melihat patung Kuda kayu berukuran sedang yang terpajang di mejanya. Patung sepasang kura-kura dengan topi tani yang gue beli bareng dulu sudah tidak ada. Obrolan basa basi pun terlontarkan, tanpa mempedulikan beberapa anak baru yang cukup heran dengan keakraban kami berdua. Namun beberapa orang lama tampaknya cukup mahfum. Karena haus, gue pun minta minum. Dia mengambilkan termos botol minum dari tasnya. Lagi-lagi gue sedikit bertanya-tanya, kemana gerangan ya gelas biru melamin pasangan dari gelas minum gue. Gelas yang selalu gue bawa dan pakai di keempat (sekarang enam 2011) kantor yang pernah jadi tempat kerja gue.

Read the rest of this entry »


Human Bonding

March 27, 2010

Ini bukanlah judul film, namun hanya salah satu judul episode dalam serial Party of Five season 4. Entah kenapa, semalam gue mimpi cukup aneh, paginya gue meneruskan nonton Party of Five persis pada episode ini. Di season 4 serial ini, Charlie mengidap kanker, Julia sudah menikah dengan Griffin, Bailey pacaran dengan Annie – seorang janda anak satu, dan Sarah memiliki pacar baru.

Ikatan antar manusia.. hmm bagi yang mempelajari tentang filsafat tentunya tak asing dengan istilah ini. Sekilas gue akan ulas sedikit sekelumit apa yang digambarkan pada episode serial ini. Saat sedang menunggu antrian kemoterapi, Charlie berkenalan dengan Kevin yang memiliki kesamaan nasib, yaitu mengidap hodgkins cancer. Mereka pun cepat akrab dan akhirnya banyak melakukan kegiatan bareng. Karena terkadang orang yang tidak mengalami hal tersebut malah membuat risih dengan memberi tampang iba dan sikap ingin membantu yang berlebihan.

Read the rest of this entry »