Ide itu Punya Kaki

Obrolan ini muncul saat sedang ngobrol di Miko Cafe bilangan Sarinah, dari seorang pemred majalah gratisan yang tidak memberlakukan Copyright pada majalahnya. Ketika gue tanya apakah beliau punya dokumentasi dari seluruh tulisan yang dibuatnya, dia menjawab tidak. Ribuan bahkan mungkin sudah jutaan tulisannya beredar di mana-mana, baik itu yang sudah dikutip orang lain maupun yang beredar begitu saja tanpa nama.

“Ide itu punya kaki” katanya, “Biarkan dia mengalir dan menjadi ide baru”. Pembicaraaan tersebut mungkin sudah berlangsung beberapa waktu silam, tapi sontak gue teringat lagi ketika membaca salah satu artikel beliau di majalah terbarunya. Mengenai “SMS Kampanye”, sejenak gue tertegun, gue sendiri sempat mengutip kejengkelan seorang teman mengenai SMS yang bermuatan kampanye di salah satu blognya. Yah siapa tahu saja beliau terinspirasi menulis topik tersebut dengan terinspirasi dari tulisan teman gue. Atau memang ide itu muncul secara murni di benak beliau, gue ga tau juga sih…

Hal lain yang menjadi suatu bukti bahwa ide itu punya kaki adalah tentang penemu radio yang dibahas pada film The Bucket List. Sebenarnya gue sendiri belum nonton sih, baru beli DVDnya tapi gue sempat dengar dari salah satu rekan kerja gue. Kisah tentang 2 orang tua yang divonis umurnya tinggal sebentar lagi, salah satu obrolan mereka berdua adalah tentang penemu radio. Penemu radio yang diakui dunia adalah Marchese Guglielmo Marconi yang mendapatkan nobel fisika pada tahun 1909, namun pada kenyataannya penemu radio yang sebenarnya adalah Nikola Tesla, Oliver Lodge dan John Stone. Marconi hanya mematenkan hasil karya mereka.

Sebuah karya besar mungkin, kini ponsel selular saja sudah dilengkapi radio. Bahkan yang ditujukan untuk Low End. Hal lain yang cukup luar biasa adalah ide dari pasangan muda yang saat menikah memutuskan untuk membuat tulisan “Tanpa mengurangi rasa hormat, mohon cinderamata yang diberikan tidak dalam bentuk barang” yang disisipkan pada undangannya. Pada awalnya mungkin hal ini tidak dapat diterima menjadi hal yang wajar dari publik. Tapi ide ini dapat mengatasi pasangan muda lain yang pada awalnya memang saat resepsi pernikahan banyak menerima bingkisan atau kado yang isinya hampir sama saja. Seperti kompor, peralatan rumah tangga, peralatan masak dan kadang justru membuat masalah baru. Akan dikemanakan barang-barang yang isinya nyaris hampir sama tersebut.

Ide pasangan baru tersebut pada akhirnya mendobrak kebiasaan lama yang memberi bingkisan berupa barang, menjadi kebiasaan baru memberi amplop uang saat resepsi. Bahkan kini tanpa sisipan tulisan “Tanpa mengurangi rasa hormat, …”, para tamu yang diundang secara otomatis berinisiatif untuk memberikan amplop berupa uang ketimbang uang. Well, ide itu memang punya kaki.. biarkan dia bermetamorfosa menjadi ide baru.. dan kalau untung.. mengubah kebiasaan lama yang awalnya dianggap aneh.. menjadi tradisi yang baru…

Asal saja ide berkampanye melalui SMS tidak dijadikan kebiasaan semua partai untuk mengganggu para pelanggan seluler yah.. tapi tak apa juga sih, nanti yang laris kan pembuat aplikasi anti spamming di ponsel… Memang selalu ada sisi baik dari setiap masalah…

5 Responses to Ide itu Punya Kaki

  1. nh18 says:

    HHHmmmm …
    Ya Ide itu punya Kaki …, biarkan dia mengalir menjadi ide baru … (cool🙂

    (aku mikir … iya ya … sungguh brilyant sekali pasangan pengantin yang memperkenalkan konsep bunga coret, kado coret, amplop centang itu …)
    Siapa ya yang pertama kali memperkenalkannya ?

  2. Daniel GM says:

    klo ide ga punya kaki, ntar dia susah dunk, khan dia belum bisa naik motor,mobil, atau kendaraan lain… soalnya dia ga punya sim.. ntar ditangkap polisi lagi.. ditilang…
    tp dia ga pernah kehabisan ide.. makanya ada aja jalannya bisa berkembang biak dimana-mana dengan versi yg mirip dan dimodifikasi… lam kenal ya..
    tukeran link yukz.. aku suka postingan di sini tp aku lebih suka yang di roromendut.blogspot.. he he…

  3. Sejauh ia memang dapat dimanfaat bagi kebutuhan massal, bolehlah.
    Tapi ada juga ide-ide yang memang perlu dilindungi.

  4. Endah says:

    wah Daniel perlu dilindungi nih.. ada 2 Daniel gini he he he…

    Ayo bikin hak paten atas nama Daniel…

  5. […] paradigma yang seperti itu. Tapi coba lihat deh, gue pernah tulis di salah satu blog gue, judulnya Ide itu Punya Kaki. Di tulisan itu gue kasih contoh, gimana ada pergeseran nilai resepsi itu sendiri. Dulu ngasih uang […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: