Mengapa Martabak Favorit Tak Dicantumkan di Kolom KTP?

Bagi sebagian orang, martabak itu sangatlah penting. Masing-masing memiliki martabak favoritnya. Ada yang suka martabak tradisional yang pilihan campurannya hanya sebatas, coklat, kacang, wijen dan keju. Tetapi ada juga yang lebih suka martabak kekinian dengan varian green tea, strawberry, jagung,  coklat dan kejunya pun ada pilihan varian (toblerone, nutela, ovomaltine, pro chizz, kraft, dan lain-lain), bahkan menteganya pun ada pilihannya.

Ilustrasi ini bukanlah Martabak Bangka Ronny, hanya sekedar martabak pertolongan pertama pada kelaparan.

Ilustrasi ini bukanlah Martabak Bangka Ronny, hanya sekedar martabak pertolongan pertama pada kelaparan.

 

Sesama penyuka martabak tradisional pun bukan berarti memiliki selera yang sama. Pasalnya ada begitu banyak tukang martabak dengan brand-nya masing-masing. Sebagian orang menyukai Martabak Alim, Martabak AA, Martabak Ayung dan lain-lain. Saya sendiri adalah penggemar martabak bangka Ronny.

Perbedaan selera bisa membangkitkan fanatisme menggebu-gebu tentang mana  martabak yang paling enak. Alhasil perbedaan pendapat ini bisa menimbulkan perpecahan. Misalnya penggemar Martabak Alim akan mengganggap penggemar martabak bangka Ronny itu kafir jika tak mengakui bahwa Martabak Alim lah yang paling enak.

Dari alasan-alasan tersebut, rasanya bisa dimaklumi pemerintah tidak menyediakan kolom informasi martabak favorit seseorang di dalam KTPnya. Bayangkan negara kita yang kaya akan kuliner ini harus terpecah belah akibat orang saling mengetahui apa yang menjadi martabak favorit.

Lebih kasihan lagi adalah orang yang tidak menyukai martabak. Misalnya dia adalah penggemar masakan Padang. Apa jadinya saat petugas kelurahan memaksa dia mengisi informasi tentang martabak favoritnya. Bisa-bisa dihardik, “Apa? Kamu tak punya martabak favorit? Kamu benar-benar seorang amartabak!!!”.

Belum lagi jika ternyata seorang penggemar martabak kerap bereksperimen mencoba martabak dari banyak tukang martabak, dan memutuskan untuk mengganti martabak favoritnya ke tukang yang lain. Ribet kan kalau harus berganti KTP setiap ganti keyakinan atas martabak yang paling enak. Apalagi terkadang petugas kelurahan sering berbelit-belit saat warga berusaha mengurus dokumen yang berkaitan dengan kependudukannya.

Betapa menyedihkannya ya… Kita benar-benar harus bersyukur tak ada kolom martabak di KTP. Terlepas seseorang tetap bisa berdebat di jejaring sosial saling menjelekkan martabak favorit orang lain dan mengagung-agungkan martabak kesukaannya. Kita harus terus menjaga perdamaian dengan semboyan, “Bagimu martabakmu, bagiku martabakku.”

Dan lagi, ternyata dalam satu keluarga pun bisa terjadi perbedaan selera martabak. Sang kakak bisa menuduh adiknya menjadi penggemar martabak yang sesat. Hanya gara-gara tidak suka kacang sebagai isi martabak. Baginya, kacang adalah hal paten yang harus ada dalam martabak. Bahkan tanpa mengetahui apa yang menjadi komponen dari martabak favoritnya. Itu pun harus dimaklumi, karena darah memang tak sekental adonan martabak.

Buat yang bertahan baca tulisan ini sampai akhir, boleh lho, kirim-kirim martabak. Rasa favorit saya adalah martabak coklat keju. Saya tak terlalu fanatik pada aliran martabak tertentu sih. Tapi sampai saat ini bagi saya Martabak Bangka Ronny adalah yang paling enak sedunia!

Anehnya, kotak Martabak Bangka Ronny ini begitu sederhana, sama sekali tak mencerminkan isi martabak yang begitu enak. Padahal ada banyak martabak dengan kemasan mentereng dengan nama brand yang sangat berkelas. Pakai nama negara atau kota di luar negeri sana, tapi rasanya bagi saya sih standar saja. Yah, memang kita tak bisa menilai martabak dari kotaknya.

*tulisan ini tidak disponsori oleh Martabak Bangka Ronny*

2 Responses to Mengapa Martabak Favorit Tak Dicantumkan di Kolom KTP?

  1. yusyulianto says:

    Heuehuehu… saya juga bersyukur kenapa di KTP tidak ada kolom untuk kopi favorit. Karena seperti yang kita tahu, tidak semua orang doyan ngopi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: