MAAF, SAYA MENGHAMILI ISTRI ANDA

Walaupun sudah banyak menulis untuk film, ini adalah film pertama yang disutradarai sendiri oleh Monty Tiwa. Makanya walaupun cuma sendirian, gue bela-belain nonton film ini.

Film ini jauh lebih bagus daripada film-film Warkop DKI jaman dulu. Mengandalkan tampang bego setengah lugu Agus Ringgo, film ini banyak memasukkan unsur-unsur komedi dan ga lupa kata-kata sindiran yang mengena buat semua orang.

Di Dunia ini cuma ada dua pilihan, jadi Singa atau Kambing… (Nasehat John untuk Dibyo)

Gue emang gila tapi bukan bego… (Kata-kata Mira ke Dibyo di atas ranjang, waktu Dibyo kaget kok Mira tau Dibyo cuma pengangguran)

Dari awal kan kamu sudah tau saya suka nipu, kenapa kamu sekarang protes… (Kata-kata Dibyo buat Mira, waktu Mira terlalu banyak nuntut dan mulai ngata-ngatai Dibyo) Nih kalimat kena banget ke gue he he he…

Diwarnai dengan campur aduk konflik antar ras, ada Batak, Timor dan Jawa. Di sini orang Batak dan Timor distereotype kan dengan watak yang barbar tanpa tendeng aling-aling serta mudah dikadali. Sementara orang Jawa yang diwakili oleh Dibyo ini lebih ke watak klemar-klemer tapu jago nipu.. hu hu hu.. kenapa juga digambarinnya pake tokoh Jawa, padahal yang lebih pantes jago ngibul depan cewe kan cowo-cowo Sunda. Secara gaya Ringgo tuh enggak Jawa banget alias kentara banget Sunda-nya.

Agak serem juga gue ngeliat sikap kelakuan cowo-cowo jaman sekarang, yang kenalan sekilas sama cewe, langsung bobo bareng, yang akhirnya tekdung deh. Padahal satu sama lain belum tau latar masing-masing. Hu hu hu.. hari gini anak-anak jaman sekarang gak takut AIDS apa yah.. udah kek beberapa anak wirocst aja.

Yang ga masuk akal di sini adalah apa iya cewe cakep, karyawati di bilangan Sudirman, mau nikah sama preman batak yang secara tampang enggak banget deh.

Film ini diakhiri dengan secercah pesan nasionalisme, ketika Butet (Shanty) bertanya pada Mira (Mulan): “Akan jadi apa anak kamu? Jawa atau Batak?”. Mira menjawab, “Indonesia”.

8 Responses to MAAF, SAYA MENGHAMILI ISTRI ANDA

  1. DM says:

    Sepurane lho yo ne’ aku mentengi sampeyan…😛

  2. Burung says:

    Yang ga masuk akal di sini adalah apa iya cewe cakep, karyawati di bilangan Sudirman, mau nikah sama preman **** yang secara tampang enggak banget deh…

    trus, maunya preman yang gantengan kayak brus wilis gitu?? hihi..

  3. bumisegoro says:

    judul filmnya ga nguati…

  4. D! says:

    tekdung itu apa sih….
    nama permainan bareng ya….
    sama BOINK2 apa bedanya??
    hahahaha

  5. suprie says:

    Saya sangat tidak setuju dengan judul film tersebut….Seandainya ini terjadi sama Istri Anda gimana….Wakakakakaakk….

  6. wah, seru juga nih buat di tonton🙂 soalnya saya belum nonton😛

  7. Ksatria says:

    Ada nggak ya kata-kata ini dalam Bahasa Indonesia: “menghamilkan”.
    Secara gramatikal rasanya bener deh. Cuman secara nalar pikiran orang normal rasanya kok jadi aneh ya…

  8. MÄÑìéS says:

    Kalo baca di KBBI sih kalau yang akhirannya -i berarti obyeknya manusia. Tapi kalau akhiran -kan obyeknya benda. Jadi kalau isi kandungannya mesin cuci misalnya, bisa aja bilang “Dia menghamilkan mesin cuci” he he he…

    Contoh lain adalah kata dasar suap.
    Ibu menyuapi anaknya.
    Ibu menyuapkan sesendok nasi.

    Kira-kira sih seperti itu, tapi apalah artinya pendapat saya. Mungkin lebih baik tanya pada jurnalis senior. Saya kan cuma pekerja gado-gado :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: