Wisata Horor di Kalibata (City)

Nyebelin ya cerbung kok lanjutannya jeda lebih dari 2 tahun.. buat yang ketinggalan episode pertamanya ada di sini ya.. https://www.facebook.com/notes/endah-tri-utami/ini-cuma-fiksi-lho/483494507510 ga penting juga sih, wong ga nyambung-nyambung amat. Nah kini Sanikem sudah kembali bangkit dari segala terpaan masalah yang menimpanya. Selama beberapa tahun tersebut pun sudah tak ditemani Nurul dan pistol andalannya dalam membasmi kejahatan. Hanya beberapa kali saja masih bertemu dengan Contong.

Contong kini sedang berjuang dalam memperjuangkan hak ayam-ayam. Berkenaan dengan beberapa teman-temannya yang terjun ke usaha bisnis peternakan ayam potong. Contong sering bercerita mengenai sadisnya peternakan ayam potong di Indonesia. Bayangkan, usia ayam hanya kisaran 20-21 hari sudah dipasok ke restoran cepat saji. Bagaimana perasaan mereka, apabila mengetahui bahwa mereka harus mati dalam hitungan hari. Belum lagi merasakan betapa sakitnya saat disuntik hormon agar cepat besar. Lokasi penyuntikan terdapat di ketiak. Nah, bagaimana rasanya coba disuntik di ketiak? Tetapi apa itu lebih melegakan ya untuk mengetahui kenyataan ketimbang seorang cewek yang tidak menyadari bahwa dalam kurun waktu tersebut seorang pria akan mendekatinya hanya untuk mencampakkannya.

Sanikem sendiri agak-agak munafik sih. Kendati tidak pernah makan ayam, dan sempat menentang juga mengenai ternak ayam ini, tetiba kepikiran juga untuk terjun ke dunia ayam potong. Bayangkan returnnya sekitar 40% per tahun. Dilematis memang, di satu sisi Sanikem cukup aktif memperjuangkan hak-hak hewan, tapi kok tergiur dengan return besar. Dasar kapitalis!!!

Kenapa Sanikem tiba-tiba jahat pada hewan ada alasannya. Sekitar sebulan yang lalu, Sanikem membunuh nyamuk! Ya nyamuk. Mengapa hal ini dapat terjadi? Padahal selama ini Sanikem berusaha tidak membunuh hewan. Urusan mencegah nyamuk berpesta pora di kamarnya ia serahkan pada Spiderman alias laba-laba. Selama ini Sanikem mengandalkan laba-laba yang bersarang di kamarnya untuk memangsa nyamuk. Maka sarang laba-laba pun tak pernah dibersihkannya.

Namun demikian, ternyata di sekitar awal Oktober tahun ini tiba-tiba nyamuk tak lagi berkompromi. Mereka menyerang membabi buta dengan terbang berkerumun membentuk bola-bola nyamuk. Mungkin seperti formasi terbang pesawat-pesawat tempur dalam menyerang musuh. Atau mungkin juga seperti tulah ketiga dalam Kitab Keluaran, ketika Harun memukulkan tongkatnya ke debu tanah dan segala debu tanah tersebut menjadi nyamuk di seluruh tanah Mesir.

Demi mengatasi masalah tersebut, maka Sanikem pun menyambangi Contong yang memang terkadang menyambi sebagai dukun. Tempat tinggal Contong ini tak jauh dari tempat pemakaman. Jika memasuki ruangannya pasti akan tercium bau menyan yang memang biasa dibakarnya secara rutin. Sanikem pun berkeluh kesah mengenai masalahnya.

Sanikem : Kayaknya aku kena santet nyasar nih.. Soalnya aku kan sudah lama ngumpet dan ndak punya musuh
Contong : Bentuknya santetnya seperti apa?
Sanikem : Ini lho, banyak nyamuk di sekitar aku
Contong : Mana kok ndak ada?
Sanikem : Eh iya, kok di ruangan ini ndak ada ya? Pasti ini gara-gara menyan kamu deh
Contong : Kamu nih ya, mana ada santet dirubung nyamuk. Ndak bonafit amat sih. Tukang santetnya itu pasti deh Rookie. Kamu tau ndak Rookie itu? Itu levelnya di bawah amatir. Jadi gini ya, tempo hari itu ada orang yang kena santet karena dia ngaudit pejabat-pejabat korup. Bentuk santet yang mayan oke itu ya kalo ngutus serangga pun ya serangga beracun. Dan itu masuk ke dalam tubuh orang yang disantet. Kalau cuma ngitarin doang ya beneran deh ga ada bonafit-bonafitnya. Coba deh kita tes ya.. Kita jalan-jalan muterin pemakaman coba. Kira-kira ada nyamuk ndak yang deketin kamu

Maka mereka pun mengelilingi taman makam tersebut. Tak jauh dari tempat pemakaman ada klinik Mbakyu Una. Contong pun bercerita, bahwa tanah sekitar pemakaman ini sudah banyak dimiliki Mbakyu Una. Kliniknya tampak besar dan megah. Tak jauh dari situ terdapat tempat parkir khusus yang kapasitasnya dapat menampung puluhan mobil. Kata Contong, tempat parkir tersebut juga milik Mbakyu Una. Walau hanya beriklan di televisi lokal, ternyata banyak klien Mbakyu Una dari kalangan atas dan pejabat-pejabat juga.

Sanikem : Memangnya Mbakyu Una itu bisa nanganin apa saja sih?
Contong : Ya banyak penyakit, bisa untuk pengasihan juga, santet juga, atau penangkal santet
Sanikem : Wah kalau gitu aku bisa juga dong ngusir nyamuk ke dia juga
Nastar : Ya bisa, paling kamu keluar-keluar bawa raket listrik.

Ternyata Contong mengajak Sanikem dan Nastar ke suatu lokasi pembunuhan yang masih ditandai dengan garis polisi. Beberapa orang tampak makan dengan santai persis di sebelah garis polisi tersebut.

Contong : Naah kita sudah sampai. Masih ada sisa-sisa nuansa kejahatan di sini. Kalau kamu ketempelan hal-hal yang jahat, harusnya bisa kelihatan di sini. Situasinya mendukung.
Sanikem : Asyiiik.. aku mau foto-foto ya! Aku belum pernah foto di sebelah police line yang suasananya cihuy gini.. (sambil lompat-lompat)
Contong : Husss… ndak boleh, ndak enak… ndak sopan..
Nastar : menyingkir nyoook.. bau anyir neh.. berasa ada rasa-rasa ngeri
Contong : Ya sudah, kita sudahi dulu wisata horor malam ini. Ternyata sudah outdoor pun tetap ga ada nyamuk toh. Palingan nyamuk di tempat kamu itu mulai beringas karena sebelum-sebelumnya kamu terlalu ramah ndak mau melakukan pembunuhan pada mereka. Mungkin juga sekarang ini Spiderman sudah berkompromi dengan para nyamuk jadi mereka sekarang berdamai. Dan kamu ndak bisa ngandelin laba-laba dan rumahnya lagi.

Nah, ketimbang konsultasi ke Mbakyu Una maka Sanikem pun mulai menanggalkan prinsip hidupnya. Dari tidak menyakiti binatang, tiba-tiba secara beringas mulai melampiaskan kekesalan dengan membunuhi nyamuk yang mengerubunginya menggunakan raket listrik. Tak ada lagi pistol yang ditentengnya untuk membasmi para preman. Kini senjatanya sudah berganti menjadi raket listrik.

Sayangnya kekejaman Sanikem terhadap nyamuk membuatnya mulai goyah dalam memperjuangkan hak hewan. Kini dia gundah gulandah. Antara tergiur untuk berternak ayam potong atau tetap memperjuangkan hak hidup alami dari unggas yang satu ini. Tak dapat dipungkiri bahwa salah satu jajaran grup perusahaan besar di Indonesia memiliki bisnis utama makanan beku dari ayam. Maka mereka pun membuat CSR dengan menyokong para pengusaha kecil untuk beternak ayam.

Serius gue sendiri waktu ngetik cerita ini ga kepikiran alurnya bakal kayak gini. Gue pikir agak-agak seru mirip cerita di video klip Crazy gitu atau berkaitan dengan Jeep yang dipakai Sarah Connor. Yah, mungkin itu nanti di episode berikutnya… Entah kenapa belakangan ini kok bikin tulisan ga jauh-jauh dari ayam potong.
raket nyamuk.. senjata baru!

Sumber: Ini cuma fiksi lho 2

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: