Last Vegas

Last vegas

Gue nonton film ini tanpa melihat resensi terlebih dahulu. Hanya mengandalkan keempat nama tokoh utama dalam film ini, Michael Douglas, Robert de Niro, Morgan Freeman dan Kevin Kline.

Film ini berkisah mengenai empat orang sahabat di usia 60an tahun yang telah berteman sejak kecil. Mereka kembali bertemu demi merayakan pesta bujangan salah satu dari mereka. Billy (Michael Douglas) secara spontan melamar pacarnya yang masih berusia 30an tahun, Lisa. Maka dia pun mengabari berita ini pada kedua teman baiknya Sam (Kevin Kline) dan Archie (Morgan Freeman).

Lalu bagaimana dengan Paddy (Robert de Niro)? Siapa yang akan mengabari sahabatnya ini. Ternyata ini adalah tugas dari Sam atau Archie. Billy ternyata ada sedikit permasalah dengan Paddy. Entah apa itu. Penonton tampaknya diminta untuk menerka-nerka hingga mereka berempat dipertemukan di Las Vegas.

Awalnya gue pikir jalan cerita film ini akan mirip dengan Hangover. Sama-sama berlatar pesta bujangan. Tetapi masa iya sih kakek-kakek di usia kepala 60an akan berlaku gila seperti usia para pria di Hangover. Well, alur cerita jelas berbeda dengan Hangover. Tetapi jelas keempat kakek ini bisa bertindak cukup gila dengan anak-anak muda usia 20-30an.

Berbagai adegan romantis menghiasi film ini. Kesetiaan para pria di usia mereka yang sudah senja. Paddy yang seakan tak dapat melanjutkan hidup selepas kematian istrinya, Sophie. Sam yang tetap setia walaupun telah semangat meniduri perempuan muda di Vegas atas seijin istrinya. Namun sebenarnya apakah yang menjadi inti persoalan dari film ini? Friksi apa yang terjadi antara Paddy dan Billy? Sebenarnya kuncinya terletak pada opening film ini. Ketika mereka masih kanak-kanak.

Lalu apa pula peran Diana Boyle? Wanita paruh baya yang tak sengaja ditemui keempat sahabat ini ketika ingin check in di hotel yang ternyata sedang berhenti beroperasi sementara. Jadikah Billy menikah dengan wanita yang usianya nyaris setengah usia Billy? Tak seru rasanya jika diceritakan di sini. Walau film ini mendapat rating rendah di IMDB, bagi gue film ini cukup menghibur. Pas untuk ditonton yang sedang galau. Mengingatkan kita, bahwa cinta itu indah dan bebas, serta tak bisa diatur oleh segelintir orang mengenai siapa harus mencintai siapa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: