Doubt

Sebelum film “Julie & Julia”, ternyata Amy Adams dan Meryl Streep juga pernah berakting bareng di film “Doubt”. Film ini mendapat 5 nominasi piala Oscar dan 5 nominasi Golden Globe. Berlatarkan suasana sekolah Katolik di Bronx pada tahun 1964, dimana isu ras masih menjadi hal yang sensitif. Meryl Streep berperan sebagai Suster Aloysius Beauvier, seorang kepala sekolah dengan disiplin yang ketat cenderung kolot. Banyak murid yang takut dengan kedisiplinannya. Sebaliknya Amy Adams memainkan tokoh Suster James, yang berperangai lemah lembut.

Konflik pada film terjadi ketika Suster James mencurigai Pastur Flynn (Philip Seymour Hoffman) melakukan pelecehan seksual pada salah satu murid. Walaupun Suster James sering dikritik oleh Suster Aloysius Beauvier mengenai caranya mengajar yang penuh toleransi, namun Suster James masih mau menceritakan kecurigaannya tersebut pada Suster Aloysius Beauvier. Tetapi dia menyatakan bahwa itu hanya sebatas kecurigaan, karena dia sendiri tidak pernah melihat kejadian atau bukti nyata.

Entah kenapa, justru Suster Alyosius Beauvier sangat yakin terhadap adanya penyimpangan yang dilakukan oleh Pastur Flynn. Dia pun mulai menyelidiki. Apalagi anak yang diduga menjadi sasaran pelecehan adalah seorang anak berkulit hitam yang cenderung tidak punya teman di sekolah. Meeting tertutup antara Suster Aloysius, Suster James dan Pastur Flynn pun dilakukan. Demi mendapatkan pengakuan langsung dari pastur Flynn. Tentu saja sang Pastur mengelak. Suster James pun mempercayai perkataan Pastur, namun justru Suster Aloysius tetap curiga.

Suster Aloysius dikenal sangat ketat dalam mendisiplinkan tata tertib, murid tidak boleh berkuku panjang, mendengarkan musik di kelas, mengenakan jepit rambut yang mempercantik penampilan, menggunakan pulpen modern dan lain-lain. Sebaliknya Suster James dan Pastur Flynn lebih toleran terhadap hal tersebut. Maka dari itulah Suster James jadi justru mencurigai Suster Aloysius yang ingin menyingkirkan Pastur Flynn karena gayanya tidak kolot dan bersikap lebih modern.

Saat Suster James sedang melakukan cuti karena saudaranya sakit. Sekali lagi terjadi friksi langsung antara Suster Aloysius dan Pastur Flynn. Bahkan dia sempat mengatakan telah menyelidiki seluruh latar belakang Pastur Flynn yang pernah bermasalah sebelumnya. Dia pun tetap memaksa Pastur Flynn untuk mengundurkan diri. Mendengar gertakan Suster Aloysius tersebut, entah kenapa tiba-tiba Pastur Flynn menyerah untuk mundur. Pada saat khotbah terakhirnya pun tampak suasana haru karena banyak jemaat yang merasa kehilangan Pastur Flynn.

Tetapi apakah benar Pastur Flynn melakukan pelecehan. Melihat anak yang dianggap menjadi korban pun terlihat begitu kehilangan. Suster James menyatakan kekagumannya pada Suster Aloysius yang bisa begitu yakin terhadap kelakuan Pastur Flynn. Bahkan Suster James yang pertama kali curiga pun diliputi penuh keraguan, dan akhirnya percaya bahwa Pastur Flynn tidak bersalah. Apakah memang tidak pernah ada keraguan yang menjangkiti Suster Aloysius? Pada akhir film ini, Suster Aloysius pun memaparkan perasaannya.

Cerita pada film ini cukup sederhana. Sekilas bermain pada konflik batin. Masalah pembuktian dan pencarian kebenaran demi menghilangkan keraguan terkemas di sini. Dan betapa mengerikannya jika suatu kecurigaan yang sudah tersebar itu ternyata cuma sebatas gosip. Ketika semuanya telah menyebar, maka akan sulit untuk memulihkannya kembali. Tapi toh tak ada yang mendapatkan ganjaran di sini. Pastur Flynn pindah justru mendapat promosi untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: