?

Pro kontra film “?” garapan Hanung Bramantyo yang banyak digembar-gemborkan televisi maupun Twitter, akhirnya membuat gue penasaran untuk nonton. Apalagi konon katanya sempat menyinggung Banser (Barisan ANsor SERbaguna), walaupun belakangan FPI yang mendemo film ini. Lho kok makin blur ya? Tapi setelah gue nonton film ini, kok rasanya datar aja ya.. kayaknya lempeng gak ada yang istimewa. Nggak ada yang perlu diprotes, tapi nggak ada yang bikin film ini jadi sangat menarik. Malah timbul kecurigaan gue kalo kontroversi yang timbul bisa-bisanya si Hanung aja.

Awalnya penonton dibuat meraba-raba karakter dan kehidupan setiap tokohnya. Rika, seorang ibu yang pindah agama dari Islam menjadi Katolik. Dari awal film sebenarnya tidak dijelaskan faktor apa yang menyebabkannya berpindah. Namun persepsi penonton digiring seolah-olah Rika pindah agama karena suaminya ingin berpoligami. Ini pun gue baca dari salah satu blog yang mebahasakannya menjadi “Murtad karena poligami”. Itu bahasa dia ya bukan gue, katanya tindakan Rika tidak logis. Walaupun bagi gue sih logis-logis aja, setiap orang kan berbeda-beda, tindakan Rika masih bisa dibilang logis ketimbang alur cerita sinetron. Toh gue pun sempat benar-benar muak sama agama yang membolehkan poligami. Walaupun sekarang gue anggap hukum itu bisa-bisanya aja orang kegatelan yang mau melintir hukum agama.

Karakter lain adalah Surya, sahabat Rika. Seorang muslim yang mau berperan sebagai Yesus pada pementasan perayaan natal. Hal ini juga diprotes di blog Muslimah, kalau menurut saya padahal wajar saja. Toh aktor profesional pun bisa berperan sebagai apa saja. Benar apa yang dijelaskan pada film ini, bahwa selama tidak merugikan orang lain hal tersebut sah-sah saja. Toh bagi saya lebih berdosa anggota DPR yang menipu rakyat, omong manis di depan agar dipilih. Ternyata hanya bisa menghambur-hamburkan uang untuk kepentingan pribagi. Kedok saja semua. Kenapa juga dana besar yang ada tidak dimanfaatkan untuk membuat berbagai program-program bermanfaat bagi rakyat.

Hal lain yang diprotes pada blog Muslimah adalah seorang Muslimah yang bekerja di tempat tidak halal. Entah apa yang dimaksud dengan tempat tidak halal oleh penulis blog tersebut. Toh tempat usaha tersebut tidak melakukan pencurian atau kecurangan lain. Kalau tempat menjual makanan haram bagi agama tertentu dianggap tempat haram, cukup angkat tangan saja deh gue. Sepertinya banyak tuh perempuan berjilbab yang kerja di tempat aborsi, perusahaan yang melakukan korupsi, perusahaan yang membuang limbah ke lingkungan, perusahaan yang membuat satu kawasan tenggelam oleh lumpur. Nah, apakah tempat tersebut aneh untuk menjadi tempat mata pencaharian muslimah berjilbab? *doh mulai melenceng nih gue*

Nah, justru yang menjadi pertanyaan besar bagi gue di film ini adalah “Bagaimana sih cara seleksi Banser?”. Soleh, suami Menuk, adalah orang yang agak rasis. Cenderung menjauhi Cina dan agama lain. Bahkan tidak paham betul visi dan misi Banser, tapi kok bisa jadi anggota Banser? Bagaimana itu proses seleksinya. Malah sempat membuat gaduh segala saat bertugas mengamankan perayaan Paskah. Walaupun pada akhirnya si Soleh berkorban mengeluarkan bom dari gereja saat perayaan Natal.

Kelemahan terbesar di film ini bagi saya adalah penggunaan logat. Berlatarkan lokasi di Semarang, tapi satu-satunya yang fasih memakai aksen Semarang justru hanya aktor pembantu yang tampil satu scene saja. Aksen Cina Semarang digunakan teman Hendra di salah satu adegan diskusi. Hendra kadang-kadang memakai aksen Semarang, walaupun lebih banyak pakai aksen Jogja. Selebihnya tanpa aksen atau malah memakai aksen Jogja. Sangat disayangkan hal tersebut juga dilakukan oleh Hengky Sulaiman yang merupakan aktor senior. Berperan sebagai pengusaha restoran Cina Semarang, sama sekali tak ada logat Cina Semarang di dalamnya.

Sempat terpikir, kenapa ya Hanung atau istrinya nggak membayar lebih pada si aktor pembantu yang fasih memakai aksen Cina Semarang untuk mengajari aktor dan aktris lain mengucapkan dialog dengan aksen Semarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: