Rory Gilmore dan Candy (Another Perspective of 3 Men)

Lagi-lagi tulisan iseng untuk me-recharge mood nulis 35 review aplikasi tablet dalam 2 hari. Dan lagi-lagi masih terinspirasi tulisan Anggun tentang Candy – A Perspective of 3 Men in Female’s Life. Kali ini gue mau bandingin dengan Rory Gilmore, tokoh di serial Gilmore Girls. Terus terang, dulu Rory Gilmore lebih gue idolakan ketimbang Candy karena sifatnya yang lebih cuek dan betah tenggelam sendirian dalam buku-bukunya. Beda dengan Candy yang selalu ramah dan riang menyapa orang.

Tak jauh berbeda dengan Candy, dalam hidup Rory pun diwarnai oleh tiga pria yang berbeda. Walaupun dalam rentang waktu yang lebih cepat. Karena cerita Rory dimulai sejak SMP hingga lulus kuliah, dan terputus ketika dia memutuskan untuk meliput ekslusif perjalanan Barack Obama jadi Presiden. Sedangkan Candy dari bayi hingga bekerja sebagai misionary di era Perang Dunia.

Seperti yang telah diulas di blog gue dan blog Anggun sebelumnya, Candy melewati tiga fase pria, ketika kecil dia suka dengan anak manis baik-baik, remaja tertarik dengan anak bandel yang sedikit menantang, dan ketika dewasa memilih pria yang lebih dewasa dan mengayomi. Di sisi lain, dua pria pertama dalam kehidupan Rory, tak berbeda jauh. Dean, layaknya Anthony, anak baik-baik, penuh perhatian, mencintai Rory sepenuh hati, dan tidak pernah menyia-nyiakan Rory. Makanya banyak juga yang menyesali ketika Rory beralih ke Jess. Gue pernah di review juga di sini.

Jess, seorang pria remaja yang cenderung cuek. Berandalan, dan agak di luar jalur. Lingkungan seputar tidak menyukai Jess karena kebengalannya. Tetapi apa mau dinyana, sebenarnya ada sisi baik dalam diri Jess. Dia pun mencintai Rory dengan sepenuh hati, walaupun tidak diekspresikan langsung. Bagaikan Terry yang mencintai Candy. Tetapi tidak ada kendala mendalam yang menyebabkan Rory dan Jess berpisah. Jess hanya ingin mencoba kehidupan baru saja di lain tempat. Atau dia sudah diusir dari lingkungan situ, gue lupa-lupa inget. Pastinya tidak ada kehadiran orang ketiga.

Logan, tokoh favorit gue dalam kehidupan Rory. Anak seorang jurnalis terkemuka, memiliki bakat juga sebagai seorang jurnalis. Tetapi lebih memilih untuk menjadi seorang investment banker. Kayaknya gue juga pengen kembali nih ke dunia investment banking.😀

Tak ada yang salah dengan Logan, walaupun di awal juga bandelnya setengah mati. Tetapi entah mengapa justru dia yang bermetamorfosa menjadi orang baik, dewasa dan penuh tanggung jawab. Semua berjalan dengan baik dan lurus-lurus saja. Makanya agak sebal dengan ending yang tanpa tendeng aling-aling, Rory memilih jalan sendiri untuk meniti karir sebagai jurnalis, dengan meliput langsung perjalanan Barack Obama ketika mencalonkan diri jadi presiden. Apakah di sini justru Logan gambaran metamorfosa Terry menjadi seorang Albert?

Entahlah.. sebelumnya sempat terpikir, jangan-jangan gue sudah bertemu sosok Albert. Dan benar kata ulasan Anggun, pada akhirnya perempuan akan mengidamkan sosok Albert dan memilih menghabiskan kehidupannya dalam naungan kebijakan Albert. Sempat terbersit pikiran, mungkinkah suatu saat nanti ada sosok Albert dalam kehidupan gue?

Kok kayaknya tulisan gue makin ga mutu ya😦

kurang mendalam..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: