Human Bonding

Ini bukanlah judul film, namun hanya salah satu judul episode dalam serial Party of Five season 4. Entah kenapa, semalam gue mimpi cukup aneh, paginya gue meneruskan nonton Party of Five persis pada episode ini. Di season 4 serial ini, Charlie mengidap kanker, Julia sudah menikah dengan Griffin, Bailey pacaran dengan Annie – seorang janda anak satu, dan Sarah memiliki pacar baru.

Ikatan antar manusia.. hmm bagi yang mempelajari tentang filsafat tentunya tak asing dengan istilah ini. Sekilas gue akan ulas sedikit sekelumit apa yang digambarkan pada episode serial ini. Saat sedang menunggu antrian kemoterapi, Charlie berkenalan dengan Kevin yang memiliki kesamaan nasib, yaitu mengidap hodgkins cancer. Mereka pun cepat akrab dan akhirnya banyak melakukan kegiatan bareng. Karena terkadang orang yang tidak mengalami hal tersebut malah membuat risih dengan memberi tampang iba dan sikap ingin membantu yang berlebihan.

Lain halnya lagi dengan Julia, yang baru saja diterima bekerja. Dia bertemu dengan teman baru yang memiliki masalah perkawinan. Suaminya begitu cuek dan nyaris hanya berinteraksi jika ingin having sex saja. Julia sendiri memang mulai bermasalah dengan Griffin dan hampir tak pernah berkomunikasi lagi. Bahkan untuk sekadar bertengkar pun sudah tak dilakukan lagi. Bailey memiliki masalah dengan anak Annie yang mulai bersikap ketus padanya karena tak ingin posisi ayahnya diganti oleh Bailey. Sedangkan Sarah hanya bermasalah dengan pacar barunya karena kurang saling pengertian satu sama lain. Toh sebenarnya seluruh masalah mereka sama, kurang pengertian antara satu sama lain.

Berbagai masalah tersebut diakhiri dengan sikap mengalah dari salah seorang pihak yang bermasalah. Mencoba untuk meraih, menjangkau apa yang salah. Sehingga Julia bisa berkomunikasi lagi dengan Griffin, anak Annie bisa menerima Bailey, dan Sarah bisa mengobrol dengan enak lagi dengan pacarnya. Intinya juga mudah ternyata, tak ada kebohongan, kepalsuan dan kemunafikan…

Semalam, sebelum tidur, gue sempat chat dengan manusia paling munafik di dunia. Orang yang pernah berkata menyesali keadaan, saat ia mengetahui hal terburuk yang pernah dilakukannya. Dia menghamili orang yang justru menghalangi janji-janjinya ke gue. Gue bahkan masih simpan SMS-SMSnya saat dia berharap seandainya bayi dalam kandungan perempuan itu tak pernah ada. Bahkan setelah kejadian itu dia sempat menuliskan janji-janji untuk menyelesaikan masalah dengan perempuan itu segera setelah si bayi lahir. Semua janji busuk itu dia keluarkan sesaat setelah gue muak dengan kelakuannya dan ingin dia enyah dari kehidupan gue. Bahkan dia pernah bilang bahwa perempuan itu menjebak untuk menikahinya. Namun semalam, sejuta pengelakan dilemparkan. Dia bahkan tak punya nyali untuk mengakuinya lagi. Tiba-tiba dia log off begitu saja. Tindakan paling pengecut yang pernah dilakukan seorang laki-laki. Gue cuma bisa bersyukur, bersyukur dia sudah mendampingi orang yang tepat. Manusia itu bukan orang yang pantas buat gue. Kadang gue bertanya-tanya, apakah manusia seperti itu bisa tetap hidup tanpa ada rasa bersalah? Apakah dia tak pernah takut akan karma? Dia dan perempuan itu telah menghasut orang untuk menghujat gue. Meracuni beberapa anak buah dan bekas anak buahnya dengan cerita bohong mereka, bahkan di lingkungan tempat gue mulai meniti kerjaan. Kerjaan yang gue lakukan sebelum gue mengenal dia.

Beberapa hari sebelumnya, gue asyik mengedit video. Padahal sebenarnya gue ada deadline mendesak, menulis artikel dan buku. Namun terkadang gue lebih menuruti mood ketimbang tingkat ke-urgent-an karena biar urgent bagaimana pun, kalau hal itu dikerjakan setengah hati, pasti hasilnya kurang sempurna juga. Sama halnya waktu gue mau menghadapi ujian akhir waktu SMP dulu, bukannya belajar, gue malah sibuk membuat kliping hobi gue, yaitu F1 dan GP motor. Kembali ke masalah editan, sosok di dalam video itu adalah orang yang pernah mengayomi gue waktu baru mengenal dunia kerja dahulu. Bagaimana cara mengganti busi, bagaimana memperbaiki peralatan elektronik, dan bagaimana cara mengedit audio video. God, bahkan gue sudah berniat buka usaha bareng, PH kecil-kecilan.  Beliau ini pun seorang penggemar filsafat, seorang Socrates wannabe. Selain itu, dia juga sering mengenakan kaos Brazil, dengan nama pemain lawas, Socrates. Kami pun memanggilnya, Socrates…

Layaknya komunikasi antar manusia, beberapa kali gue dan Socrates ini pun banyak mengalami perdebatan dan pertikaian. Tak dipungkiri terkadang ini mengganggu kinerja saat berada di kantor, apalagi saat itu usia gue masih 22 tahun. Get it, sama seperti usia Ryden di film Post Grad.  Persahabatan kami mulai di ujung tanduk, ketika waktu gue mulai banyak tersita untuk kegiatan lain., dan ada orang lain yang mengisi hati gue. Dan sejak 2005 awal, kami pun hilang kontak sama sekali. Tragisnya sahabat si Socrates ini sama dengan teman kecil dari laki-laki munafik yang gue bahas sebelumnya.

Ketika gue tertidur semalam, dan menyisakan kemuakan yang mendalam mengenai orang itu. Sosok Socrates tiba-tiba muncul dalam mimpi gue. Segenap perasaan bersalah pada diri gue karena saat disuruh memilih oleh si munafik, gue selalu memilih si munafik karena janji-janjinya lebih terasa nyata ketimbang apa yang bisa gue bangun kalo gue memperbaiki hubungan gue dengan Socrates. Memang berbagai kebodohan telah gue lakukan demi si munafik, termasuk membolehkan si munafik mengusir orang-orang yang masih peduli dan menyayangi gue. Berulang-ulang gue stel video Socrates, bisakah kita berdamai lagi?

One Response to Human Bonding

  1. i like car rims says:

    hi do you like car rims?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: