Post Grad

Film ini mengingatkan gue pada masa-masa awal baru lulus kuliah dulu. Suka duka saat melamar pekerjaan, proses wawancara hingga diterima. Dan yang tak kalah pentingnya masa-masa di mana ada teman pria yang begitu peduli dan selalu mendampingi baik di kala suka dan duka. Ryden Malby (Alexis Bledel) adalah seorang mahasiswi berprestasi dengan nilai transkrip seluruhnya A dan mengandalkan beasiswa untuk membiayai kuliahnya. Pada film ini karakter yang diperankan oleh Alexis Bledel sepertinya tak bisa lepas dari karakter Rory Gilmore dalam serial TV Gilmore Girls.

Walaupun menjadi lulusan unggulan, namun Ryden tidak menjadi Valedictorian. Kehormatan tersebut jatuh pada Jessica Bard (Catherine Reitman), teman kuliahnya yang penuh ambisi dan tak kalah berprestasinya. Hmm karakter ini mengingatkan gue pada karakter Paris di Gilmore Girls, bedanya di serial itu justru Rory yang jadi Valedictorian. Baik Jessica dan Ryden memiliki cita-cita karir yang sama, yaitu menjadi editor pada penerbit ternama. Mereka berdua ternyata juga melamar pada perusahaan yang sama. Dan tentu saja berkat referensi dari tempat kuliah, Jessica yang mendapatkan posisi tersebut dengan mudah.

Hidup tak semulus perkiraan, berbagai kesialan sempat menimpa Ryden. Mobilnya ditabrak truk, sehingga harus berjalan kaki ke tempat interview. Tak jadi diterima kerja karena kalah oleh teman kuliahnya sendiri. Dan sempat bekerja sambilan di tempat kerja ayahnya, Walter Malby (Michael Keaton). Namun dalam segala suka duka yang dialaminya, Adam Davies (Zach Gilford) setia mendampingi. Adam memang jelas terlihat menaksir Ryden, namun sayangnya Ryden sering tak menggubris.

Kekonyolan film kembali muncul saat ayah Ryden tak sengaja melindas kucing tetangganya dengan mobil Ryden yang baru selesai diperbaiki. Berkat peristiwa inilah Ryden bisa dekat dengan tetangganya, David Santiago (Rodrigo Santoro) yang merupakan seorang sutradara asal Brazil. Usia David terpaut 12 tahun lebih tua dari Ryden yang baru 22 tahun. Ryden sempat berkeluh kesah pada David mengenai kondisinya yang masih menganggur. David pun menawari Ryden magang sebagai PA ditempatnya bekerja. Saling terbawa suasana, mereka pun bermesraan pada sofa unik yang merupakan produk salah satu iklan yang disutradarai oleh David. Mereka pun kepergok oleh keluarga Ryden saat ayahnya ingin menyatakan belasungkawa.

Sehari sebelum mulai bekerja bersama David, Ryden berbelanja pakaian ditemani oleh Adam. Adam sempat bernyanyi menyatakan cintanya pada Ryden, namun Ryden tetap tak menggubris. Adam sempat juga meminta waktu Ryden untuk menonton performance musiknya di salah satu cafe dan mengajak makan malam sepulang Ryden bekerja. Tetapi di luar dugaan, pada hari pertama Ryden bekerja dengan David, justru David konflik dengan producer. David pun menarik Ryden untuk meninggalkan tempat shooting tersebut dan berjalan-jalan di pantai hingga larut malam. Ryden benar-benar terbius oleh pesona David, sehingga lupa janjinya dengan Adam. Hiks, jadi ingat pengalaman sendiri yang menyia-nyiakan kesetiaan seseorang demi orang yang salah sama sekali.

Saat pulang ke rumah, Adam melihat Ryden pulang bersama David. Pada titik tersebutlah Adam merasa Ryden sudah tak menjadi bagian dari masa depan Adam lagi. Akhirnya Adam memutuskan untuk melanjutkan kuliah hukum di kota lain. Di sisi lain, tiba-tiba Ryden diterima menggantikan Jessica yang keluar dari tempatnya bekerja karena Jessica bersikap seperti pengelola kantor tersebut. Ada sedikit kejanggalan pada film ini, saat Ryden sudah nyaman mendapatkan pekerjaan yang dicita-citakan, tiba-tiba dia menyusul Adam ke kota lain. Ryden melakukan hal tersebut karena merasa begitu kehilangan Adam, dan merasa Adam begitu berarti dan setia pada dirinya. Gue nggak tau apakah Ryden meninggalkan pekerjaannya atau tidak. Kalaupun iya, pastinya menyedihkan banget…

David sendiri akhirnya memutuskan kembali ke Brazil di mana keluarganya berada. Salah satu hikmah yang gue dapat dari film ini, terkadang gue memang begitu tertariknya dengan pria yang lebih tua. Namun ternyata pria itu bukan yang terbaik, dan bahkan cenderung bisa merusak diri apalagi jika bermuka dua dan bersikap pengecut, seperti salah seorang pemred yang pernah gue kagumi, ternyata nol besar. Ternyata pria yang sebaya dan sudah mengenal kita lebih lama, mungkin tak terlihat menarik namun justru dapat menjadi yang terbaik karena pengertiannya dan kesetiaannya. Hiks, nasi sudah menjadi bubur… So bagi wanita-wanita muda yang masih seumuran Ryden ini, pergunakanlah waktu sebaik-baiknya untuk meraih prestasi karir dan cinta😉

One Response to Post Grad

  1. avg says:

    we gon’ party tonight

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: