Julie & Julia

Seperti biasa sebelum mengulas, gue akan nulis intro yang nggak penting. Setelah beberapa saat trauma dengan sesuatu yang berbau Juli, bahkan film “Juli di bulan Juni” pun sempat gue ingkari jadi film favorit gue (bukan karena ada mantan cowok gue di dalem film itu yaaaa). Sekarang gue dengan tegas menyatakan, nama Juli bukan semata-mata hak nama satu orang narsis yang suka menghasut orang untuk menghujat gue . Ini nama yang universal, so ngapain gue trauma. Beda kalau dulu gue sempat trauma keluar rumah karena poster film Garasi yang ada di mana-mana, karena para personil tersebut memang memiliki bakat dan sudah cukup bekerja keras untuk memetik hasilnya. Walaupun kadang gue masih berasa sakit perut sih kalau dengar musiknya. Sementara si penghasut ini nothing, kalau bukan karena kenarsisan dia sendiri yang memajang foto, pastinya dia tidak akan pernah eksis. Fiuuuhhhh.. lega, sekarang waktunya melanjutkan review.

Film ini diadaptasi dari kisah nyata Julie Powell (Amy Adams) dan Julia Child (Meryl Streep). Kedua wanita yang berbeda generasi ini memiliki hobi yang sama, yaitu memasak. Keduanya pun didampingi oleh suami yang setia dan selalu mendukung segala ambisi yang dimiliki sang istri. Alur cerita sangat ringan, sebenarnya film ini diambil dari dua buku yang berbeda. Buku tersebut adalah My Life in France yang ditulis oleh Julia Child dan Julie & Julia yang ditulis oleh Julie Powell. Melihat akting Meryl Streep awalnya cukup aneh, apalagi model rambutnya di film ini mirip tetangga gue yang sering gue usilin he he he.. Suaranya pun bernada tinggi mirip akting Robin Williams sewaktu jadi Mrs. Doubtfire.

Julie Powell, memiliki ambisi untuk menulis novel, namun sayangnya tak pernah terselesaikan. Bekerja sebagai pegawai pemerintahan, tugasnya adalah menjawab telepon bagi orang yang berkenaan dengan korban 11 September. Dia memiliki teman-teman yang sukses dengan jabatannya masing-masing membuatnya cukup tertekan dengan posisinya saat ini. Satu-satunya hiburan bagi dirinya adalah memasak, dan bereksperimen dengan resep. Julia Child adalah juru masak sumber inspirasinya. Julie Powell mulai menulis blog, setelah Annabelle – salah seorang temannya, menulis tentang betapa pecundangnya Julie pada majalah dan blog. Julie menjadikan blognya sebagai ajang tantangan untuk mewujudkan eksperimen seluruh resep yang ada pada buku pertama Julia Child.

Kesuksesan Julia Child pun tak semata-mata datang begitu saja. Sebelum menjadi juru masak handal, dia pun harus banyak menerima cercaan dari koki-koki Prancis tempatnya kursus memasak. Bahkan saat dia sudah merasa cukup menguasai teknik memasak ala Prancis, Madame Brassart hampir tak memberinya kesempatan untuk mengikuti ujian memperoleh diploma. Secara tak sengaja Julia bertemu dengan Simca, rekannya dalam menulis resep masakan.

Apakah Julie Powell sukses menyelesaikan tantangan yang dibuatnya sendiri? Tonton saja film ini, tapi toh  yang jelas dia berhasil menyelesaikan buku tentang proyek Julie & Julia ini. Bahkan dibuat filmnya… Hmm memang dunia blogging terkadang bisa menjadi jalan kesuksesan kita. Tak terkecuali gue, yang mendapatkan tawaran menulis majalah dan buku berkat blog roromendut. Film yang ringan, tak terlalu menggigit, tapi lumayan bisa memotivasi. Jika memiliki ambisi, dengan keseriusan dan kerja keras, pastinya bisa sukses…

2 Responses to Julie & Julia

  1. weight says:

    i see what you did there

  2. […] film “Julie & Julia”, ternyata Amy Adams dan Meryl Streep juga pernah berakting bareng di film “Doubt”. Film […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: