Jamila dan Sang Presiden

Walaupun gue sampai tepat waktu, lagi-lagi gue telat masuk studio. Film sudah diputar, terlihat Jamila sedang dalam mobil tahanan dengan dandanan masih kinclong. Beberapa kali terlihat kilas balik ke masa kecilnya. Sebenarnya topik yang ingin diangkat pada film ini lebih ke perdagangan anak perempuan ke lintas daerah. Namun keseluruhan film ini tidak terlalu menggiring penonton ke topik tersebut. Sehingga film yang seharusnya bisa lebih berbobot ini terasa lebih dangkal dalam pendalaman materi.

Jamila mengaku telah membunuh seorang menteri. Penonton lebih dibuat penasaran apa yang menyebabkan Jamila melakukan hal tersebut. Semenjak kecil, Jamila sudah dijual oleh ayahnya untuk dijadikan pelacur. Namun ibunya menyelamatkannya dengan mengungsikan Jamila ke keluarga yang mau menampungnya. Malang nasib dia, justru para lelaki dalam keluarga tersebut memperkosanya hingga hamil. Akhirnya dia membunuh lelaki-lelaki tersebut dan melarikan diri.

Dalam pelariannya, dia tak lepas dari pria-pria yang tertarik hanya pada tubuhnya. Hingga akhirnya dia melarikan diri lagi. Apesnya saat melarikan diri berbarengan dengan adanya razia WTS. Karena dia pun sedang berlari-lari, akhirnya dia ikut dibekuk. Peristiwa inilah yang membuahkan perkenalannya dengan Susi (Ria Irawan). Film ini cukup bertaburan bintang mulai dari Christine Hakim yang berperan sebagai kepala sipir lapas Budi Luhur yang menampung Jamila, Jajang C Noer, Ade Irawan hingga Eva Celia.

Setelah ditahan, Jamilah juga dikaitkan dengan terbunuhnya seseorang dari gembong perdagangan wanita di Kalimantan. Ternyata pembunuhan ini memang terkait dengan Jamila, saat dia melakukan pelacakan keberadaan adiknya, Fatimah yang menjadi korban perdagangan anak perempuan. Fatimah dijadikan pelacur kecil yang merangkap menjadi pengedar narkoba ke pelanggannya. Jamila memang dengan mudah membunuh sejak dirinya dinodai, maka dari itulah ketika dijatuhi hukuman mati dia tidak ingin minta grasi karena dia tidak ingin jika dirinya bebas dia dengan mudah membunuh lagi.

Padahal sang pengacara yang yang disewa oleh Ibrahim sudah menjelaskan jika tidak mengajukan grasi, Jamilah akan dijatuhi hukuman mati kecuali jika presiden berinisiatif memberikan grasi. Namun di luar sana juga banyak demonstrasi, entah itu demonstrasi yang dipolitisir oleh suatu front yang mengatasnamakan agama. Front tersebut menuntut hukuman mati bagi Jamilah, karena Jamilah dianggap telah melakukan dosa besar dengan melakukan pembunuhan dan menjadi pelacur. Tak ada yang peduli alasan yang menjadikan Jamila menjadi sosok tersebut.

Ria, sipir penjara Jamilah yang semula juga bertindak keras terhadap Jamila lama kelamaan pun menjadi lunak setelah membaca catatan harian Jamilah dan melihat keteguhan hati Jamila yang sama sekali tak peduli akan dihukum mati dengan tidak meminta pengampunan. Menjelang ending penonton baru disuguhi bagaimana praktek perdagangan manusia itu dilakukan. Sayang justru isu yang cukup berbobot ini hanya mendapat porsi sangat kecil. Selama film berlangsung, rasa penasaran yang digarap hanyalah penyebab kenapa Jamila sampai membunuh menteri dan siapa itu Ibrahim. Walaupun ternyata pembunuhan terhadap menteri hanyalah persoalan klise seorang wanita yang dikhianati, itu pun pembunuhan bela diri karena sang menteri sendiri yang tadinya mengarahkan pistol ke Jamila.

Hingga ending, penonton tidak tahu siapa itu Ibrahim, kenapa dia bisa jatuh cinta dengan Jamila dan kapan ketemunya. Penonton hanya tahu bahwa akhirnya presiden memberikan grasi sehingga Jamila terlepas dari hukuman mati. Siapa gerangan Ibrahim, kenapa dia kaya raya punya begitu banyak mobil mewah (Jaguar booo) gue ga tau. Tapi mungkin juga sih semuanya sudah dipaparkan di awal.. karena sekali lagi.. gue telat masuk bioskop gara-gara nyasar di dalam mal.

One Response to Jamila dan Sang Presiden

  1. Your blog is so informative … ..I just bookmarked you….keep up the good work!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: