Terry oh Terry

3810

Belakangan ini agak sebel gue selalu keduluan temen gue nge-review film. Salah satu film yang pengen banget gue tonton dan dua kali gue gagalin jadwal nontonnya bareng temen-temen (jahat ya gue padahal gue yang arrange acaranya tapi gue sendiri yang mundur karena lebih memprioritaskan hal lain) adalah X-MEN ORIGINS: WOLVERINE. Sepertinya sebenarnya teman gue cuma ngeledek gue karena hampir di ujung tanduk mati karir dan mati kreatifitas. Tulisan-tulisan karya gue saat ini hanyalah sebatas pesanan dari pemred. Waktu gue lebih banyak kemakan oleh seseorang yang selama ini menjadi prioritas gue itu. Bahkan laporan perjalanan gue selama 5 hari ke Phuket terasa kering karena kurang melibatkan emosi (atau justru takut terlalu emosional sehingga khawatir timbul masalah lagi?)

Lalu kenapa Terry? Entah kenapa tiba-tiba gue teringat adegan Terry memeluk Candy di tangga, saat terakhir perpisahan mereka. Padahal lagu yang gue dengar saat terinspirasi menulis ini bukanlah OST film Candy-Candy versi kartun, tapi lagu yang dibawakan band teman gue (Drive) dengan judul “Bersama Bintang”. Lagu ini menjadi OST sinetron Candy, tapi gue terus terang ga pernah nonton sinetron itu, namun liriknya yang dibawakan sang vokalis rasanya sangat menyayat hati.

Terry, anak orang kaya yang disekolahkan di asrama dengan latar belakang keluarga broken home. Sang ibu merupakan artis Broadway, dan sang ayah berpisah dengan ibunya demi wanita lain. Terry bersumpah tidak akan mengikuti jejak ayahnya yang dengan mudahnya menyia-nyiakan wanita. Ketika Candy memasuki sekolah berasrama yang sama dengan Terry lama-kelamaan menjelma cinta di antara mereka berdua. Candy diajari bermain harmonika di taman sekolah di bawah pepohonan. Adegan yang sangat romantis, apalagi pada saat itu Terry bukanlah seorang idola. Ketika Candy jatuh cinta dengan Terry, dia hanyalah seorang anak bengal yang penuh dengan pemberontakan karena menampung banyak kekecewaan. Berkat Candy, Terry menjadi lebih lurus dan baik, hingga nantinya ia menjadi seorang aktor di Broadway mengikuti jejak ibunya. Saat itu Terry menjadi idola para wanita, tak terkecuali teman mainnya di teater yang sama, Suzanna.

Suzanna begitu mencintai Terry, hingga ketika Terry hampir tertimpa musibah maka Suzanna menyelamatkan Terry hingga kakinya cacat dan tak bisa jalan lagi. Terry yang merasa bertanggung jawab akhirnya menikahi Suzanna. Walaupun Suzanna berhasil memiliki Terry dan bersanding hidup dengannya namun Terry belum bisa berdamai dengan hatinya. Akhirnya karir sebagai aktor pun terpuruk. Karena cinta Terry sebenarnya adalah kepada Candy, namun Terry tidak ingin mengikuti jejak ayahnya yang dengan mudah menceraikan ibunya. Pergolakan pada perasaannya membuatnya tak bisa berakting dengan gemilang lagi, dan hanya dapat peran di teater-teater kecil yang sepi penonton. Pada masa-masa keterpurukan tersebut, Candy tiba-tiba hadir lagi menonton penampilannya di teater yang tak bonafid tersebut.

Terry akhirnya lebih memilih menikahi gadis itu dan perpisahan mereka menjadi satu titik yang benar-benar mempermainkan emosi pembacanya. Kesedihannya menjadi berlipat. Candy tidak bisa memiliki Anthony karena Anthony memang meninggal. Namun sekarang, Candy tidak bisa memiliki Terry padahal Terry masih hidup dan mereka sama-sama saling menyayangi. (dikutip dari blog Anggun)

Candy yang bijak… Walaupun hatinya juga begitu mencintai Terry, namun karena cintanya yang begitu mendalam tersebut dan karena pengertiannya bahwa Terry tidak akan meninggalkan Suzanna. Candy memberi saran agar setia pada cita-citanya menjadi aktor besar dan melupakan dirinya. Karena semua sudah menjadi keterlanjuran, mungkin memang cinta Candy yang begitu bergelora hanya pada Terry, dan tak bisa menemukan cinta yang sama lagi. Namun apa boleh buat, jalannya sudah begitu, Terry sudah terpaksa menikahi Suzanna. Secara paras memang Suzanna juga lebih cantik ketimbang Candy. Apalagi Candy memiliki frekles atau bintik muka karena memang tak terlalu peduli dengan penampilan (doh gue banget yak).

Sebenarnya hingga saat ini pun gue ga bisa terima dengan cerita itu, bagi gue kenapa sih kalau Terry dan Candy saling cinta kenapa mereka nggak menyatu saja. Kenapa, kenapa dan kenapa. Toh bisa saja Terry cerai dengan Suzanna dan menikah dengan Candy. Gue memang tergolong egois kalau sudah menyangkut cinta, karena bagi gue mencintai seseorang adalah mutlak menjadi prioritas dan menjadi totalitas. Makanya juga kalau kecewa gue bisa kecewa banget. Tapi seharusnya cerita yang sudah gue baca sejak gue masih SMP ini (karena waktu SD belum mampu beli komik sendiri) harusnya membuka mata gue dari dulu. Cinta yang menggelora, bukanlah cinta yang bisa dicapai dan abadi hingga kini. Kebanyakan wanita berdamai dengan hatinya, akhirnya menikahi orang yang pengertian dan mau memahami dirinya bukan pria yang menjadi pujaan hati dengan cinta yang berapi-api. Walaupun ending cerita Candy-Candy cukup menggantung, apakah dia akan berpasangan dengan Albert yang merupakan paman angkatnya ataukah hanya tinggal dengan Albert dengan hubungan paman dan kemenakan.

Tapi kalau membaca blog ulasan dari teman gue yang jago banget nulis (Anggun Prameswari) dengan teori Candy-candynya. Metamorfosa Candy adalah metamorfosa wanita. Di mana waktu kecil seorang anak perempuan akan menyukai anak laki-laki yang manis dengan perilaku yang baik dan santun seperti Anthony. Saat beranjak remaja, eksplorasi seorang gadis remaja mulai berkembang dan menyukai hal-hal yang bersifat pemberontakan. Perlambangan tersebutlah yang digambarkan dengan sosok Terry. Beranjak dewasa di mana akal sehat dan kematangan berpikir sudah tercapai maka pemilihan pasangan pun beralih ke sosok yang pengertian dan dewasa seperti Albert. Entah metamorfosa ini hanya ada pada makhluk perempuan ataukah proses metamorfosa ini juga terjadi pada laki-laki bahwa sebenarnya mereka pun bermetamorfosa dari sosok Anthony, beralih ke Terry dan berakhir ke Albert.

Entah kenapa, gue yang semakin tua dan jelek ini terjebak dalam menyukai sosok Terry. Biasanya penyangkalan gue saat mendapat tuduhan mengapa gue ga kunjung dewasa juga gue selalu bilang, pasti deh Candy menyesal tidak pernah bisa bersama dengan Terry, karena gue tau deep down inside pasti Candy hanya mencintai Terry, toh akhir cerita gantung, belum tentu dia dan Albert sebenarnya berpasangan. Tapi akhirnya gue terjebak dalam pemikiran gue dan dipermainkan oleh orang yang sok menjadi Terry, padahal sebenarnya dia tidak terjebak oleh Suzanna. Bahkan mungkin tidak dapat kehilangan seorang Suzanna. Mungkin memang saatnya sudah tiba untuk gue membuka mata. Persetan dengan cinta, seperti review film Monsters vs Alien gue sebelumnya bahwa pertemanan lebih penting. Dan ingat-ingatlah selalu siapa kawan-kawan yang selalu setia mendampingi di saat suka dan duka.. mereka itulah yang selalu dapat diandalkan dalam hidup. Bahkan pesan ini juga disampaikan dalam film Candy-candy, di mana ada Patty dan Annie, juga saudara-saudara Anthony yang menjadi sahabat Candy. Pertanyaan terakhir dalam diri gue, akan kah gue menemukan sosok Albert di kemudian hari yang seperti tulisan Anggun adalah lelaki yang penyayang, bisa mengayomi, dan melindungi, serta bersikap lebih dewasa dalam segala hal.

Duh sok bijak ya gue.. sebenarnya tulisan ini gue tujukan buat Gentur, ya dia inilah yang udah ngeduluin gue bikin review. Mungkin niatnya bukan ngeledek bahwa dia bisa duluan, tapi justru untuk encourage gue bahwa selama ini gue hampir vakum menulis review. Walaupun basi, topik lama, tapi lumayan kan tulisan gue he he he.. setelah ini gue akan mandi dan nonton X-Men.. gue akan tulis review tanpa baca review lo duluan Tur..

2 Responses to Terry oh Terry

  1. rorygilmore says:

    ralat… orang tua Terry pisah bukan karena wanita lain.. tapi karena ayah terry terlalu sibuk kerja.. kayaknya sih gitu.. gue lupa-lupa inget

  2. […] yang telah diulas di blog gue dan blog Anggun sebelumnya, Candy melewati tiga fase pria, ketika kecil dia suka dengan anak manis […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: