Old Maid

Pagi ini gue memulai hari dengan beres-beres sisa perjalanan selama 5 hari kemaren. Cuci baju dan seterika cucian minggu sebelumnya. Tiba-tiba siang ini gue dapat kiriman SMS yang memuakkan dari orang paling memuakkan sedunia, isinya: “Dasar Perawan Tua”. Lho apa salah gue jadi perawan tua? Gue berkarir merintis segala sesuatunya dari nol sendirian. Gue beli barang-barang hasil jerih payah keringat gue sendiri ga nebeng orang lain. Apa itu salah? Apa lebih benar jika hidup bergantung sama orang lain lalu kirim SMS dari nomor HP yang sebenarnya adalah no HP gue. Terdaftar pertama kali atas nama gue, dan kini disalahgunakan untuk mengirimi gue SMS dengan kata-kata kasar yang memuakkan. Asli gue cape dan lelah, mungkin memang karir gue sempat dimatikan dulu, dan potensi tersebut kemungkinan terulang lagi ketika gue menyadari isi kontak ponsel gue berkurang. Orang yang gue percaya mengoprek-oprek HP gue dan mengijinkan orang lain mengirim SMS dari nomor yang nota bene adalah nomor gue sendiri.

Gue ga nyesal gue masih sendiri, toh pagi-pagi senior gue cukup baik hati menelpon gue. Masih banyak orang yang perhatian sama gue. Ketimbang orang yang begitu bangganya berasa jadi istri seseorang tapi kelakuan dan pola pikirnya dangkal. Hidup sendiri merupakan pilihan hidup, selama gue mampu membiayai hidup gue dan tidak morotin orang lain buat apa gue merasa salah. Teringat ucapan teman-teman di Teknik Elektro UI.. “Kami semua sayang kamu Endah”. Ternyata terbukti hingga sekarang. Saat gue benar-benar murka, gue yakin mereka semua senantiasa ada buat gue. Dan akan membantu gue menghadapi semuanya.

Kalau dahulu ketika nomor gue disalahgunakan, karir gue dihambat… gue nyerah, cari jalan lain, merintis jalan baru yang sepertinya saat ini akan dijegal juga. Justru ini waktunya buat gue.. Gue akan bangkitkan semua semangat gue untuk memulihkan sesuatu yang pernah dirampas dari gue. Asal lo tahu aja, biar lo acak-acak ponsel gue.. gue masih punya back up di laptop gue. Semua tersimpan rapi, dan jangan pernah merendahkan seseorang hanya karena belum menikah. Jadi orang jangan sombong, semua ada karmanya. Orang baik akan dapat karma baik, orang jahat akan dapat karma buruk, dan karma buruk terkadang juga akan menimpa pada orang terdekat dan tersayang. Hati-hati kalau menilai atau mengata-ngatai orang.

2 Responses to Old Maid

  1. Endah says:

    nambah lagi ah… waktu gue bales dengan kalimat: “tolong kalau SMS pakai nomor sendiri dong, mosok lo SMS gue pake nomor gue ga modal amat sih. Gue-gue juga yang bayar”. Eh dia jawab: “Emang gue pikirin”.

    Ha ha ha.. ya iyalah dia ga bisa mikir, kan Tuhan lupa menyisipkan segumpal otak dalam kepalanya yang kosong…

  2. Kinan says:

    Abis blogwalking, nyampe lah di sini. Dari cerita loe, kayaknya loe bukan ‘old maid’ biasa, tapi ‘high quality old maid’😛, xixixi. Be tough yaa…, orang kan punya jalannya masing-masing dan diuji menurut kemampuannya masing-masing.
    Kalo di Indo, entah knapa masyarakatnya masih suka sinis atas keadaan orang yang ‘tidak biasa’, termasuk marital status.
    Semoga cepet menemukan pendamping hidup yg sesuai🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: