Hari Pertama di Thailand

Sabtu, 18 April gue berangkat mengawali perjalanan ini. Hanya bawa tas ransel kecil yang hampir jebol dan tas selempangan. Gak lupa bawa bekal roti bagelen oleh-oleh dari Ayu dan Hamzah (ternyata roti ini nantinya lumayan jadi penyelamat gue berdua saat kelaparan di hotel). Agar hemat kami berdua berangkat pakai Budget Airline Sigapura yang baru yaitu Tiger Airways. Layaknya pesawat murah meriah, tentu saja terjadi delay dan sempat pindah gate. Tentu saja ga bisa protes, mau protes sama siapa coba.

Rencananya sih selama di luar Indonesia ga angkat telpon biar hemat pulsa, tapi tetap saja gue udah siap dengan bekal pulsa sekitar Rp150.000 (yang akhirnya habis dalam 2 hari hanya gara-gara nurutin jawab telpon orang yang curigaan). Sampai di Budget Terminal di Singapore lumayan malam, gue udah dijemput Ari, sedangkan Dian sudah dijemput adiknya. Nyesel juga sih pisah sebentar sama teman gue ini, karena kok kayaknya jadi kurang ngerasain sebagai traveler sejati. Sementara gue tidur di kamar Fauzan apartemennya Ari, Dian tidur di terminal 2 bareng adiknya. Malam itu gue dapat SMS gak penting yang lumayan ngerusak mood gue. Ternyata dari perempuan yang keterlaluan pede, kasihan juga sih sama orang senekad itu ngerasa yang paling hebat dan paling dituruti oleh seseorang yang bikin pulsa gue habis. Ketemu lagi  dengan Dian di Budget terminal jam 6 pagi. Tetap saja gue dengan kebiasaan gue yang malas mandi walaupun di kamar Fauzan ada kamar mandi dalam he he he…

Minggu, 19 April 2009 gue tiba di bandara Phuket niatnya sih ke Phuket Town naik Minibus dari Airport dan cari makan sebentar. Nyatanya kami disasarin sopirnya ke tempat makan yang lumayan mahal dengan total yang harus dibayar melebihi tarif hotel pertama (padahal hotel pertama di Kata Pool Side termasuk mahal yaitu THB 1000 ketimbang hotel kedua di Patong yang hampir setengah harga, THB 1300 untuk dua hari). Selesai makan kami didrop juga di daerah Phuket Town, dari tempat ini kami naik Loko Bus yang tarifnya THB 30 per orang. Karena belum paham benar kami salah turun dan akirnya harus jalan menyusuri pantai Kata sampai akhirnya menemukan hotel tempat menginap yang pertama. View hotel cukup bagus, mirip-mirip Novotel lah, dengan kamar mandi yang cukup romantis dengan jendela besar yang mengarah ke tempat tidur. Saat gue berbenah-benah, Dian memanfaatkan waktu charging energy dengan bobo sampai jam 4 sore. Salah gue adalah malah sibuk SMS orang yang udah ga peduli sama gue. Bego yah.. namanya juga cewe, bego dikit ga papa dong..

Saat Dian siuman, he he energinya sudah penuh tapi kondisi hujan. Akhirnya kami jalan-jalan berdua menyusuri pantai Kata dengan bawa payung, kamera dan food supply. Dian sempat beli sandal seharga THB 200, yang sebenarnya di tempat lain bisa diperoleh hanya dengan THB 60 he he. Lumayan menguras dana-dana pertama lah. Agak sore, gue yang mulai tewas, cari-cari souvenir kurang sukses, karena memang masih sambil hitung-hitung rate dan survey harga. Gue memutuskan balik dan tidur di hotel. Sementara Dian berkelana sendirian sampai malam, dia sekalian ngenet dan ngedit tulisan. Maklum orang populer profil dia bakal nongol di salah satu majalah lho…

Malam itu kami menyusun rencana untuk besok hari. Ketimbang ikut paket-paket tur atau sewa taxi, setelah dihitung-hitung ternyata sewa mobil lebih murah. So kami putuskan sewa mobil, dan besok akan mengunjungi Wat Chalong, Big Buddha, dan beberapa View Point untuk ngambil gambar-gambar menarik ciri khas pulau ini. Sekarang di hari pertama ini… Kami bobo dulu ya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: