MMS Si Bodoh

Terkadang gue bingung, betapa banyak orang bodoh di muka bumi ini yang tidak memanfaatkan teknologi dengan semestinya. Salah satunya adalah si Bodoh yang mengganggu ketenangan gue ketika sedang menyepi seorang diri di Anyer. Si Bodoh ini mengirimkan “pesan teks” ke nomor ponsel saya. Pasti pada bingung kenapa saya bilang “pesan teks”, bukan SMS. Dari judul tentunya sudah bisa ketebak si Bodoh ini menggunakan fasilitas apa untuk mengirim pesan teks. Benar sekali, si Bodoh menyalahgunakan teknologi dengan mengirim plain text dengan MMS.

Kesalahan pertama si Bodoh ini adalah tidak mempertimbangkan ponsel penerima apakah sudah support MMS atau belum. Memang sih, di jaman modern begini, hampir tidak mungkin ponsel yang digunakan belum support MMS. Tapi siapa yang tahu, toh saya masih sering menggunakan Motorola Timeport 7689 tercinta saya. Ponsel monokrom triband GSM yang kalau dilihat sekilas sangat primitif. Padahal pada jamannya, ponsel itu sudah luar biasa hebat.

Ok, kesalahan pertama bisa dimaklumi. Kesalahan kedua adalah, si pengirim tidak mempertimbangkan bahwa si penerima juga dikenakan biaya transmisi data saat menerima pesan. Kesalahan ketiga, kemungkinan MMS gagal diterima cukup besar jika ponsel tidak dapat melakukan retrieve MMS dengan utuh. Akibatnya saya malah tidak dapat mengetahui konten MMS tersebut. Tetapi saya tahu bahwa MMS si Bodoh sebelumnya ini memang sama sekali tidak memasukkan unsur gambar (foto) maupun audio (mungkin suara si Bodoh lagi bernyanyi atau marah-marah). Menyambung kesalahan ketiga adalah, saya menggunakan XL, dimana MMS retriever di situsnya tidak dapat berfungsi dengan baik alias selalu eror. Begitu pula jika menggunakan link http://mms.xl.net.id:30025/tgw sesuai dengan pesan SMS mengenai kegagalan penerimaan MMS, sama saja erornya. Nah lalu bagaimana mungkin saya membaca pesan teks dari si Bodoh ini.

Kelakuan si Bodoh ini jelas-jelas aneh dan tidak dapat dipahami motifnya. Apakah dia mau dianggap ahli teknologi, sampai-sampai hanya mengirim teks saja harus menggunakan MMS. Kenapa tidak menggunakan e-mail saja sekalian, atau dia memang tidak punya e-mail? Duh kasihan banget sih lo. Hal ini sama saja dengan kasus orang yang hanya lecet sedikit, misalnya kesandung batu, tapi akhirnya harus diperban seluruh badan atau malah digips. Atau penanganan seorang dokter untuk mengamputasi keseluruhan tangan padahal si  pasien hanya terluka ujung jarinya  saja. Pada akhirnya sesuatu yang tidak dilakukan pada tempatnya malah berakibat menjadi perbuatan yang sia-sia atau merugikan, makanya hati-hati dalam bertindak.

Duh kenapa bisa begitu yah, mungkin karena terlalu dimanja jadi tidak bisa berpikir rasional. Makanya jangan suka menjebak orang untuk mendapatkan apa yang begitu diinginkan. Sampai-sampai orang yang semestinya yang lebih pantas malah disepelekan dan dihujat. Mending dari sekarang nyadar deh, gak usah berada dalam penyangkalan. Sesuatu yang tidak pada tempatnya.. akan selamanya tidak pada tempatnya. Lo mau hidup dalam kebohongan belaka? Kasihan lho hidup dalam penyangkalan. Sebaiknya dari sekarang mulai deh belajar menggunakan teknologi sesuai dengan fungsi dan fiturnya.

Permasalahan terakhir adalah, tata bahasa. Baik tata bahasa dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, ampun-ampun deh.  Saya memang paling sebal dengan orang yang tata bahasanya sangat berantakan, apalagi yang sok-sokan pake Bahasa Inggris jadinya malah kacau balau, mau bilang miss jadi mess (sebenernya lo kangen atau mau ngeberantakin?), mau bilang send jadi sand (sebenernya lo mau ngirim sesuatu apa jadi pasir?), mau bilang now jadi know (jadi maksudnya jangan tinggalkan aku sekarang atau jangan tinggalin gue tau???). Ha ha ha.. aneh kan.. saya masih simpan tuh SMS pertama si Bodoh ini, “please dont hurt feeling ya sy cm mo kejelasannya sj because i only human being and a woman too so you know what i felt”. Sejujurnya… maaf saya tidak mengerti SMS Anda, tata bahasanya itu lho, kacau banget. Belum lagi bahasa yang campur-aduk, duh kayak kebanyakan sinetron.

Jadi inti keseluruhan tulisan saya ini adalah: Sinetron memang bisa merusak otak seseorang, bahasa campur aduk. Sok gaul, dan terutama adalah penggunaan teknologi tidak pada tempatnya.

Say No to Roy Suryo, halah apa hubungannya…

4 Responses to MMS Si Bodoh

  1. Endah says:

    potongan SMS yang saya terima tak lama setelah tulisan ini dipublikasi: “Buruan tobat deh sm tuhan eh tp kalo km pnya tuhan ya…”

    Coba bapak editor tolong analisa tulisan ini dari segi tata bahasa dan logika apakah sudah benar.
    sm tuhan? Senior Manager Tuhan. Penulisan Tuhan dengan awalan huruf kecil. Terlihat siapa yang tidak menghormati Tuhan. Atau mungkin dia tidak mengakui adanya Tuhan. Karena Tuhan akan selalu ada, Tuhan milik semua hambaNya. Permasalahannya adalah pengakuan. Apakah seseorang itu mengakui adanya Tuhan atau tidak. Secara logika dari SMS tersebut justru menunjukkan bahwa si pengirim tidak mengerti konsep Tuhan. Atau mungkin lebih parah, yaitu tidak mengakui adanya Tuhan.

    Ck ck ck.. kalau sudah begini, siapa kiranya yang perlu bertobat. Apalagi di SMS berikutnya ada tuduhan bahwa saya tidak waras. Hmm, mending telaah lebih lanjut deh konsep dan definisi waras. Jangan terlalu suka menggunakan kata-kata yang tidak Anda mengerti sendiri maknanya, nanti malah jadi bahan lelucon.

  2. entut says:

    Wah bagus tuh kalo dibuat sinetronnya…

    Kisah Si Bodoh dan Si Dungu…
    Si Bodoh vs Si Dungu…

    ayo ayo tambah lagi judulnya.😉

    :>)-

  3. Endah says:

    dan si bego di atas ini. bikin emoticon aja salah.

    peace itu : )>-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: