Trip to Anyer

Jumat 23 Januari 2009 ini, tiba-tiba gue mengambil keputusan yang sangat spontan. Gue pengen ikutan jalan-jalan ke Anyer bareng teman-teman kantor gue. Pada awalnya peserta berjumlah tujuh orang, sedangkan mobil yang tersedia saat itu hanya satu. Teringat akan keinginan gue tiga tahun silam untuk berkelana dengan jeep gue ke Anyer ditemani beberapa teman, sontak saja gue mengajukan mobil gue. Segala khayalan gue mengenai pantai dan laut langsung berseliweran. Ingin rasanya melampiaskan segala masalah dan uneg-uneg dengan kedamaian suasana baru yang segar dan menghibur. Pasir pantai memang resep yang jitu untuk melepas kejenuhan.

Tiga tahun lalu, ketika emosi gue begitu tak stabil. Saat pertengkaran dengan seseorang begitu memuncak. Keputusan untuk melakukan perjalanan ke Anyer ditemani jeep gue pun begitu spontan. Hanya gue dan dua orang teman gue yang nggak bisa nyetir.  Kedua orang yang gue ajak saat itu adalah Raya dan Agus. Perkenalan dengan Raya saat itu pun cukup lucu, dia adalah anak ibu kos tempat Agus kos. Entah kenapa, perjalanan tersebut tak pernah terwujud diganti dengan jalan-jalan keliling Casablanca ditemani Raya.

Beberapa hari silam, gue pun mengalami pertengkaran dengan seseorang yang masalahnya agak prinsipil. Tiba-tiba seluruh harapan terasa kosong. Tawaran jalan-jalan ke Anyer begitu menggiurkan untuk melepas seluruh kepenatan. Apalagi gue ngerasa diri gue udah sendirian, gue pengen punya interaksi sosial lagi dengan teman-teman. Cape juga jadi autis. Entah kenapa, lagi-lagi rencana itu gue batalkan.  Padahal pengen banget rasanya nikmati Anyer di sore dan malam hari, deburan ombaknya, desiran anginnya. Menikmati kesendirian dan kesunyian, seperti lagu Anyer 10 Maret (Slank).

Malam ini, kembali sadari ku sendiri

Gelap ini, kembali sadari kau tlah pergi

Malam ini, kata hati harus terpenuhi

Gelap ini, kata hati ingin kau kembali

Hembus dinginnya angin lautan

Tak hilang ditelan bergelas-gelas arak

yang kutenggakkan… ooo…

Malam ini, kubernyanyi lepas isi hati

Gelap ini, kulepas berjuta kata maki

Malam ini, bersama bulan aku menari

Gelap ini, di tepi pantai aku menangis

Tanpa dirimu ada di mataku

Aku bagai ikan tanpa air

Tanpa dirimu ada di sisiku

Aku bagai hiu tanpa taring

Tanpa dirimu dekap di pelukku

Aku bagai pantai tanpa lautan…

Kembalilah kasih… ooo kembali lah kasih…

3 Responses to Trip to Anyer

  1. udah lama gak jalan2 ke laut/pantai…🙂
    smoga pertengkarannya segera selesai ya, mbak…

  2. Rahmat Zikri says:

    masih bulan januari…

  3. oghe says:

    Sumpah, bertengkarnya bukan sama gue

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: