Integrasi Teknologi Informasi dan Telekomunikasi Lahirkan Layanan yang Terjangkau Bagi Masyarakat

Sebelum membahas mengenai integrasi antara Teknologi Informasi dan Telekomunikasi, sebaiknya kita telaah terlebih dahulu definisi dari kedua istilah tersebut. Teknologi Informasi sendiri memiliki pengertian yang begitu luas. Jika saya mencoba mencuplik pengertian istilah tersebut dari situs Techterms.com[1] batasan Teknologi Infomasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan teknologi komputer, seperti jaringan, perangkat keras, perangkat lunak dan Internet, atau orang-orang yang bekerja dengan teknologi tersebut. Sedangkan jika diambil dari Wikipedia versi bahasa Indonesia maka pengertian Teknologi Informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan lebih cepat, lebih luas sebarannya, dan lebih lama penyimpanannya. Masih menggunakan pengertian Wikipedia, teknik pengiriman atau penyampaian informasi dari satu tempat ke tempat lain tersebut merupakan definisi dari telekomunikasi. Penyampaian informasi berupa komunikasi jarak jauh oleh transmisi ekektronik ini dapat menggunakan telegraf, kabel, telepon, radio atau televisi.

Namun untuk mempermudah pembahasan, perkenankanlah saya untuk menyederhanakan terlebih dahulu pengertian kedua istilah tersebut menjadi lebih spesifik. Teknologi Informasi, akan saya coba batasi spesifik ke layanan internet yang ditawarkan oleh Internet Service Provider. Telekomunikasi yang akan dibahas juga dibuat lebih spesifik ke bidang telekomunikasi menggunakan telepon bergerak atau telepon seluler. Sehingga dapat terlihat bahwa pada awalnya antara penyedia jasa internet dan penyedia layanan telekomunikasi memiliki lini bisnis yang terpisah.


Dilihat dari sejarahnya, telekomunikasi seluler di Indonesia pada era tahun 1980an terasa sangat terbatas. Di mana teknologi yang digunakan pada saat itu menggunakan sistem NMT (Nordic Mobile Telephone) dengan jalur frekuensi 450MHz. NMT adalah sistem komunikasi seluler generasi pertama. Kemudian muncul teknologi AMPS (Advanced Mobile Phone System) di akhir tahun 1980an. Persaingan pun masih tidak seketat saat ini. Dimana operator seluler yang beroperasi masih sangat sedikit.

Baik layanan internet maupun layanan telekomunikasi mulai bangkit pada era 1990an. Walaupun pada saat itu semua masih berjalan sendiri-sendiri. Dari sisi layanan internet, muncul berbagai ISP (Internet Service Provider) yang tumbuh bak jamur di antaranya adalah CBN (PT. Cyberindo Aditama didirikan tahun 1995), Centrin (PT Centrin Utama memasuki dunia ISP pada tahun 1996), Radnet (PT. Rahajasa Media Internet didirikan tahun 1994). Pengguna internet rumahan dapat memanfaatkan jasa ISP ini dengan koneksi dial up. Jadi masih bergantung pada layanan telepon tetap yang pada saat itu dimonopoli oleh Telkom. Sedangkan dari sisi telekomunikasi, harga ponsel pada era tersebut masih sangat mahal, sehingga layanan telekomunikasi yang menjamur pada adalah telekomunikasi searah menggunakan Pager. Informasi yang disampaikan menggunakan teknologi ini hanyalah berupa pesan teks. Beberapa operator Pager tersebut antara lain adalah Indopage, Starko, Global page, dan Santika. Di era yang sama, operator telepon seluler yang akan terus berjaya hingga saat ini mulai beroperasi dengan mengusung sistem GSM (Global Standard for Mobile). Tiga operator besar tersebut adalah Telkomsel, Indosat (mengakuisisi Satelindo) dan Excelcomindo. Layanan yang disediakan pada era tersebut hanya sebatas komunikasi suara.

Memasuki era tahun 2000an, layanan dari ISP dan operator selular mulai meningkat dari fitur utamanya. SMS (Short Message Service) yang menjadi layanan tambahan pada ponsel sanggup menggeser keberadaan Pager. Awalnya memang masih terbatas sesama operator, dan butuh pihak ketiga untuk pengiriman SMS lintas operator. Namun sejak Mei 2001, pengguna dapat mengirim pesan SMS lintas operator. Tarif yang dikenakan untuk satu kali pengiriman pesan pun tidak mahal. Dari sisi komunikasi data, operator seluler juga menawarkan layanan internet menggunakan teknologi GPRS (General Packet Radio Services).

Tak tanggung-tanggung saat memperkenalkan teknologi tersebut, salah satu operator menyediakan layanan GPRS secara gratis. Sehingga beberapa pelanggan ISP mungkin sempat berpaling untuk menghemat biaya. Pada saat itu saya termasuk orang yang rela ganti ponsel demi menikmati paket hemat GPRS untuk berkelana dalam dunia maya, sebab untuk dapat menikmati teknologi ini tentu saja harus menggunakan ponsel yang memiliki fitur GPRS yang pada saat itu juga masih tergolong baru. Semakin teknologi ini banyak peminatnya maka koneksi yang disediakan pun semakin lambat, dan pada akhirnya paket unlimited GPRS ini juga sempat berakhir.

Pada era ini juga lahir beberapa operator komunikasi yang mengusung teknologi CDMA (Code Division Multiple Access) baik dengan ijin sebagai telepon tetap nirkabel maupun sebagai operator seluler. Beberapa operator CDMA ini juga menyediakan layanan internet, walaupun kurang begitu santer karena lebih mengutamakan murahnya tarif komunikasi suara jika dibandingkan dengan tarif komunikasi suara yang diberikan operator GSM.

Di sisi lain, ISP juga menawarkan layanan tambahan yang semakin mobile, yaitu dengan menggunakan koneksi WiFi (Wireless Fidelity). Layanan ini dapat dinikmati pada Hot Spot yang ada di kafe-kafe atau mal. Sedangkan untuk layanan komunikasi data yang lebih cepat dapat memanfaatkan koneksi ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) yang terhubung dengan telepon rumah. Tentu saja modem yang digunakan berbeda dengan modem dial up biasa. Tak mau kalah dengan kecepatan ADSL, para operator seluler juga menawarkan komunikasi data yang tidak kalah cepatnya menggunakan teknologi 3,5G dengan berbagai paket data HSDPA (High Speed Downlink Packet Protocol Access). Setelah sebelumnya lima operator GSM mengantongi ijin penyediaan layanan 3G menggunakan teknologi UMTS (Universal Mobile Telecommunication System) di frekuensi 1900 MHz.

Paket komunikasi data HSDPA yang ditawarkan oleh tiga operator besar GSM antara lain adalah Telkomsel Flash, Indosat Broadband 3,5G atau IM2 Broom dan Paket Mega Data XL. Ketiga operator tersebut menawarkan koneksi internet cepat dengan harga terjangkau. Ketatnya persaingan antara operator seluler baik dari sisi tarif suara, SMS maupun komunikasi data, membuat konsumen mudah beralih dari satu operator ke operator lain. Bahkan ada konsumen yang memiliki nomor ponsel dari beberapa operator sekaligus demi memanfaatkan paket promosi. Murahnya komunikasi data yang ditawarkan beberapa operator seluler akhirnya menciptakan persaingan langsung dengan penyedia layanan ADSL yang menawarkan kecepatan hampir sama walaupun berbeda koneksi. Telkom Speedy sebagai penyedia layanan ADSL lumayan jor-joran melakukan penetrasi pasar dengan menawarkan koneksi gratis pada jam-jam tertentu hingga 31 Januari 2009. Operator seluler yang berbasis CDMA pun tak mau kalah, Smart Telecom menawarkan paket internet kecepatan tinggi dengan produk Jump.

Terlihat bahwa terjadi konvergensi antara sektor Teknologi Informasi dan Telekomunikasi dengan semakin beragamnya layanan tambahan yang ditawarkan, sehingga bisnis yang tadinya beroperasi pada masing-masing lini akhirnya berkembang dan menjadi kompetitor langsung. Untungnya pada persaingan antara operator seluler dan ISP, masyarakatlah yang diuntungkan karena tarif yang ditawarkan semakin murah dengan pilihan paket menarik. Masyarakat pun kini mendapatkan informasi lebih mudah mengenai keberadaan paket-paket promosi tersebut dari berbagai media. Baik itu dari internet melalui forum-forum dan iklan banner, media cetak, media elektronik seperti radio dan televisi. Gencarnya promosi yang dilakukan ke berbagai media dan pengemasan paket yang benar-benar memiliki nilai kompetitif memungkinkan masyarakat lebih selektif dalam memilih produk yang akan digunakan. Bahkan ada juga yang mencoba semuanya terlebih dahulu sambil memperhitungkan benefit dan biaya yang harus dikorbankan.

Pemakaian internet saat ini sudah hampir menjadi kebutuhan primer. Beberapa rekan kerja saya membutuhkan koneksi internet di rumah. Selain menunjang pekerjaan kantor juga untuk kebutuhan bagi keluarganya. Ketimbang mencari informasi dari tumpukan koran dan majalah, seorang anak kini dapat menyelesaikan tugas sekolah lebih cepat dan praktis dengan bantuan internet. Dari segi hiburan pun anak dapat memainkan game online atau mengunduh game langsung. Pilihan paket komunikasi data yang murah secara otomatis akan mengurangi anggaran rumah tangga sehingga dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain Sebelum adanya perang tarif paket komunikasi data ini anggaran yang harus dialokasikan pada pemakai internet aktif memakan lebih dari satu juta rupiah sebulan. Sedangkan saat ini dengan koneksi yang cukup cepat biaya yang harus dikeluarkan ternyata tidak lebih dari lima ratus ribu rupiah saban bulan. Bahkan beberapa paket berani bersaing dengan biaya bulanan sebesar seratus ribu rupiah.

Koneksi internet juga dapat menghemat biaya komunikasi suara dengan memanfaatkan teknologi VoIP (Voice over Internet Protocol). Mengobrol dengan teman di luar negeri menjadi tak terasa, sebab biaya yang dibebankan hanyalah besarnya transmisi data yang digunakan. Tentu saja dengan paket unlimited berapa pun besar transmisi data yang digunakan tidak berpengaruh pada tagihan. Serunya lagi pada beberapa mal atau kafe yang menawarkan koneksi Hot Spot secara gratis, Anda dapat memanfaatkan bertelpon gratis menggunakan ponsel yang sudah memiliki fitur WiFi. Saya sendiri pernah mencobanya dengan memanfaatkan aplikasi Gizmo, walaupun layanan VoIP yang cukup populer adalah Skype. Bahkan pengguna Nokia dapat memanfaatkan secara gratis layanan CBN pada Hot Spot karena adanya kerjasama antara Nokia dan CBN.

Semoga saja dengan semakin terintegrasinya layanan Teknologi Informasi dan Telekomunikasi yang mengakibatkan persaingan ketat antara operator seluler dan ISP memberikan dampak positif pada masyarakat. Tarif layanan yang semakin terjangkau setidaknya menjadi penghibur di tengah krisis finansial global yang melanda saat ini.


3 Responses to Integrasi Teknologi Informasi dan Telekomunikasi Lahirkan Layanan yang Terjangkau Bagi Masyarakat

  1. leo kapisa says:

    terimakasi to tulisannya….

    plis komen di my blog

  2. Berkunjung dan baca infonya, mudah-mudahan bermanfaat bagi banyak orang, sukses ya.
    I Like Relationship.

  3. ndhoenk says:

    apakah operator pager masih ada yg bertahan sampai sekarang??
    sy pngn nyoba pake pager. . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: