Annulment or Divorce?

Kebingungan infotainment (atau kebingunan Komnas Perlindungan Anak?) terjadi saat membahas mengenai pernikahan antara Syekh Puji dengan seorang anak di bawah umur. Di infotainment yang sama kadang menggunakan kalimat “Syekh Puji diminta untuk menceraikan Ulfa” tapi kadang juga digunakan kalimat “Pembatalan Pernikahan antara Syekh Puji dan Ulfa”. Jelas hal ini menyesatkan masyarakat karena jelas ada perbedaan mendasar antara perceraian dengan pembatalan pernikahan. Entah hukum di Indonesia seperti apa, karena saya hanya setahun bekerja di suatu biro hukum. Pengetahuan saya mengenai hukum pernikahan dan perceraian hanya merujuk pada film Ally McBeal mungkin. Tentu saja ada perbedaan mendasar antara Annulment (pembatalan pernikahan) dan Divorce (perceraian).

Annulment, adalah prosedur hukum untuk mendeklarasikan bahwa pernikahan tak ada, hasil dari prosedur ini adalah pernikahan tersebut dianggap tak pernah ada. Jadi baik pria dan wanita tidak menjadi duda dan janda. Sedangkan Divorce adalah suatu proses pemutusan hubungan pernikahan, jadi pernikahan tetap dianggap pernah ada namun sudah diakhiri. Kalau memang yang dimaksud Kak Seto yang sedang booming di infotainment (atau memang lagi getol unjuk gigi di layar kaca?) adalah perceraian alias divorce, apa iya itu langkah yang tepat dari seorang duta komnas perlindungan anak. Dengan menjadikan seorang anak kecil jadi janda dalam usia yang sangat belia?

Padahal dalam salah satu kasus dalam serial Ally McBeal (agak dramatis sih dengan mengemukakan kasus fiktif), seorang suami mengajukan annulment hanya karena istrinya ternyata melakukan implantasi payudara dan pernah menjadi seorang lesbi. Jadi seolah-olah rasa cinta yang dirasakan hanyalah semu belaka. Mungkin hal ini juga dirasakan para suami yang kecewa atau menyesal menikahi seorang istri tanpa cinta. Dengan alasan terjebaklah, atau merasa wanita yang dulu pernah menjadi mimpinya tidak akan pernah muncul dalam dunia nyata. Seandainya saja di Indonesia kondisi Annulment ini tak asing, kira-kira ada berapa banyak Annulment ya?

Di hukum Islam sendiri, seorang suami bisa menceraikan istri hanya secara lisan dengan ucapan “kamu saya talak”. Namun di sini kondisi yang terjadi adalah Perceraian atau Divorce, entah apakah ada prosedur Annulment dalam Islam. Walaupun terkadang sering kali ada istilah pernikahan yang tidak sah, lalu apakah karena tidak sah lantas pernikahan itu batal dengan sendirinya?

Lain halnya dengan kondisi seorang istri yang ingin mengajukan cerai pada suami, kenapa sih tidak semudah suami yaitu hanya dengan kata-kata yang keluar dari mulut sudah dianggap suatu talak? Apa karena perempuan kadang asal njeplak? Bahkan jika si istri mengembalikan mas kawin kepada suaminya, ternyata pernikahan mereka tetap utuh. Well, enaknya jadi orang yang bukan istri siapa-siapa jadi tidak punya kepentingan untuk mengirim SMS pada setiap rekan kerja suami. Atau menyelidiki apa-apa mengenai kenalan suami, walaupun ternyata data yang didapat sesat belaka. Ingin rasanya protes, tapi mau bagaimana saya tak tahu data murahan yang diperoleh itu dari internet atau dari orang-orang dari sekte tertentu yang pernah menghujat saya dan menyebar berita fitnah belaka.

Saya juga masih berduka atas nasib Burung yang lagi-lagi karena suatu hukum pernikahan, akhirnya dibunuh hidup-hidup dan dimutilasi oleh istrinya. Insting saya memang begitu kuat ketika awal perkenalan saya dengan Burung agar tidak menikah. Lihat kan hasil pernikahan mereka berbuntut pembunuhan, bahkan jadi skandal mutilasi.

Kok bahasannya jadi kemana-mana ya? Terserah saya juga dong, ini kan blog saya, he he he… Intinya apakah kita di Indonesia sudah sadar betul bahwa ada perbedaan mendasar antara Annulment dan Divorce. Dan agar infotainment atau seorang duta dari lembaga resmi dapat membedakan dan hati-hati dalam penggunaan istilah ini saat menangani suatu kasus. Jangan karena aji mumpung saja ingin nampang di layar kaca, jadi hajar bleh asal njeplak… Learn before you talk, think before you act…

8 Responses to Annulment or Divorce?

  1. contong, jangan bikin kebingungan publik deh ya :)):))

    btw menurutku kesalahan si syekh itu cuma satu: narsis! mosok cuma ngawinin abege aja pake bilang2.. orang kan jadi pada tau trus protes, hehe.

    yg kaco sih bukan cuma peristilahan hukum itu loh!

    urusan pernikahan biasanya melibatkan suatu lembaga pemerintah/agama bukan?? mereka yang bikin aturan n persyaratan ini itu, usia akil balig itu seberapa… kalo mermang ada indikasi pelecehan norma agama/kemasyarakatan, pemalsuan status hukum, keterpaksaan salah satu pihak, indikasi adanya transaksi seksual terselubung, dsb.. kenapa mereka memberikan surat pengesahan??

    tapi itu gak menarik dibahas di infotainment…. mungkin akibat kegagalan para pembuat cerita memberikan hiburan yang menarik sekaligus masuk di akal buat khalayak, masyarakat jadi demen nonton infotainment yg lebih menghibur ..yang mengulas tuntas sisi gelap para narsis bloon yg sekarang pada jadi idola kita itu.

    tapi.. arrgghhh… mendingan ngobrolin gw aja dey :”>:”>:”>

  2. Endah says:

    codot alias kecoak..

    tapi.. arrgghhh… mendingan ngobrolin gw aja dey :”>:”>:”>

    Lah jelas-jelas gue ngobrolin elo, kan gue link ke blog elo segala…

    Saya juga masih berduka atas nasib Burung yang lagi-lagi karena suatu hukum pernikahan, akhirnya dibunuh hidup-hidup dan dimutilasi oleh istrinya. Insting saya memang begitu kuat ketika awal perkenalan saya dengan Burung agar tidak menikah. Lihat kan hasil pernikahan mereka berbuntut pembunuhan, bahkan jadi skandal mutilasi.

    Dan lagi, sejak kapan lo jadi penggemar ungu?
    amit-amit deh jadi fansnya ben bencong yang musiknya menye-menye.. katanya ghotic.. katanya gahar… katanya underground.. katanya metal… malah mengidolakan ungu…

    ck ck ck…

  3. codot says:

    iyaaaaaaaaaah… tapi ungu nongol nya belakangan kalee, hehe… aku bikin id ini kan taon 2003! :p

    btw soal ungu, video klip mereka yg nongol pertama kan juga keren, asal suaranya di-mute.

  4. Mbak'Anggun says:

    Emang burung ini a.k.a codot a.k.a agus a.k.a penyembah pohon?
    Nikah beneran? secara harfiah pake cincin dan mengucapkan janji sehidup semati?
    Beneran?

  5. Endah says:

    Mau nambah lagi ah… Ternyata Andrea Hirata yang novelis Laskar Pelangi itu merupakan salah satu praktisi Annulment di Indonesia. Walaupun saat ini sedang digugat oleh sang istri (yang tidak jadi), karena tidak sudi dengan annulment tapi menuntut perceraian layaknya orang umum. Yaitu pernikahan tetap diakui namun sudah berakhir. Alasan annulment adalah ketidakakuratan data pribadi sang istri (yang tidak jadi).

    Saya sendiri belum pernah nonton gosip ini di TV, terus terang brita saya ketahui waktu ngobrol-ngobrol dengan Agus versi cewek di BMK Sarinah. Tapi mengingat sosok Andrea Hirata ini, jadi ingat dengan duplikatnya yang juga suka goyang-goyang kepalanya kalau bicara, tak lain dan tak bukan adalah Agus Burung atau Agus versi cowo. Terbersit lagi ingatan mengenai gosip Agus versi cowo yang sempat cukup lama mudik dan disinyalir menikahi Janda beranak tiga di kampung. Waduh Gus.. gus… jadi kamu itu menceraikan si Janda or annulment?

  6. dann says:

    sorry.

    kalau saya bilang ALLAHUAKBAR—memekik sekencang-kencangnya di sini, pasti Anda mikr saya berada di pihak ‘sana’, khan…?

    hehehe. peace be with all of you.

    .
    .
    .
    .

    http://dannywijaya.blog.friendster.com/2009/01/mak-itam/#comments

  7. happy says:

    yang penting sekali menikah gak pake cerai atau batal
    berani menikah berani tanggung jawab.
    orang yang minta cerai atau batal cuma mau enak lari dari masalah.
    thx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: