Integritas, harga matikah?

Integritas adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam bisnis. Ingkar janji, tidak menepati komitmen yang disepakati, lari dari tanggung jawab bagi orang yang tidak memiliki integritas adalah hal yang sepele. Mereka juga mungkin tidak merasakan dampak dari kosongnya integritas yang dimiliki.

Bagi mereka yang sudah mengeruk keuntungan besar tanpa integritas, ada kemungkinan kejayaannya tidak dapat terus berkembang atau bahkan tidak berumur panjang. Karena apa? Terkadang rejeki orang lain disabet juga, ngemplang dari kewajiban, hal-hal tersebut dapat membuat orang lain kecewa. Kekecewaan seseorang biasanya akan mengendap di dalam hati walau terkadang tidak diungkapkan. Dan sayangnya roda kehidupan akan terus berputar. Ada kalanya orang yang terkadang di atas akan turun, sementara orang yang tadinya tertindas bisa sebaliknya berbalik arah menjadi pemilik kewenangan yang lebih tinggi (huh! I wish, is this true?).

Perasaan kecewa yang masih terpendam dari orang yang kesepakatan komitmennya diingkari tentu saja akan membuatnya urung untuk kembali berbisnis dengan orang yang tidak memiliki integritas. Tentu saja hal inilah yang salah satunya dapat menjadi kemunduran bagi orang-orang yang tidak memiliki integritas. Bahkan jika ternyata memang roda kehidupan tersebut tidak ada. Kemiskinan akan integritas juga dapat mempengaruhi kejayaan bisnis. Salah satu contohnya dengan mengutip kasus yang diungkapkan oleh Benny Wenas pada salah satu seminar yang saya ikuti.

Pak Benny Wenas jelas memisahkan antara kawan bermain golf dan teman berbisnisnya. Dalam suatu permainan di lapangan golf, integritas seseorang dapat terlihat betul. Ketika mereka sudah bertaruh dalam jumlah besar dalam suatu permainan, namun tidak menjunjung komitmen mereka dengan membayar apa yang sudah disepakati. Bahkan terkadang sejuta alasan diungkapkan, baik dari jumlah pukulan bola, maupun dengan memasukkan bola yang sebenarnya tidak masuk. Orang-orang seperti itu sudah jelas bukan orang yang pantas untuk menjadi teman berbisnis. Dari perkara yang sepele saja sudah ngemplang, apalagi jika sudah masuk ke bisnis yang lebih besar lagi.

So kini kembali ke kita semua, Apakah kita masih menjunjung integritas setinggi mungkin?

Terus terang, saya sendiri sangat benci dengan orang yang tidak memiliki integritas…

6 Responses to Integritas, harga matikah?

  1. hermawan says:

    sedih

    mudah2an cepet beres

  2. annaherdianto says:

    Jeung,
    Di kantorku ada ‘Pakta Integritas”. Ada pin-nya, wajib dipakai di dada kiri tiap hari kerja.Halah. Tapi sayangnya pimpinan bukanlah pimpinan yg berkarakter visionary and exemplary leader. Jadi….

    Pin jadilah sekedar pin…

  3. Endah says:

    nyebelin nih… tulisan gue kok jadi serius gini ya…

  4. Nenni says:

    Integritas…integritas….integritas…..beli 1 dapet 3 dengan hanya 10rb…ya bapak2, ibu2…mumpung lagi diskon. Mumpung ada disini….murah meriah…..

  5. Burung says:

    wah….
    perasaan kemaren itu kita diskusi tentang kontrasepsi, kok ujug2 sekarang ngomongin integritas!

  6. cuapcuap says:

    hahaha…sopo suruh sampeyan ngomong integritas nduk…;p klo orang2nya banyak yg gak punya integritas ya jadinya kayak gini kyk yg lu alami di negara tercinta ini ;p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: