The Painted Veil

veil.jpg

Witing tresno jalaran saka kulino, mungkin pepatah Jawa ini cukup menggambarkan isi cerita film ini. Diawali dengan perkenalan Kitty Fane (Naomi Watts) dengan Walter (Edward Norton) seorang bakteriolog yang membuahkan pernikahan. Setelah menikah, Walter ditugaskan untuk melakukan penelitian di Cina. Di awal pernikahan tidak terjadi terlalu banyak konflik. Namun keseriusan Walter dalam melakoni pekerjaannya membuat Kitty yang haus perhatian merasa tersisihkan dan cinta di antara mereka berdua pun mulai pudar…

Terlebih lagi ketika ternyata perhatian yang dibutuhkan oleh Kitty tersebut dipenuhi oleh Charles Townsend (Liev Shrieber) . Perselingkuhan Kitty dengan Charles sebenarnya sudah diketahui oleh Walter, namun Walter tidak pernah menegur langsung.  Malah dia mengajak Kitty untuk ikut mendampinginya ke pedalaman Cina yang tengah terkena wabah kolera.

Awalnya Kitty tidak mau ikut, dan menantang Walter untuk bercerai. Pada saat itulah Walter memaparkan mengenai perselingkuhan Kitty dengan Charles. Percaya dengan hubungan cintanya dengan Charles, Kitty meminta untuk melanjutkan hubungan ke tahap yang lebih serius dengan meminta Charles untuk menceraikan istrinya. Namun ternyata Charles hanya menganggap hubungan dengan Kitty adalah hiburan semata.

Untunglah Walter masih mau menerima Kitty di sisinya, walaupun sudah tidak ada lagi perasaan saling percaya satu sama lain. Terkadang walaupun mereka berada di satu ruangan, mereka merasa sangat jauh karena sibuk dengan kegiatannya masing-masing.

Hingga pada suatu ketika Kitty merasa sangat bosan berada di daerah terpencil Cina, maka dia meloloskan diri dari pengawasan ketat pengawal-pengawal utusan suaminya yang khawatir Kitty tertular wabah. Kitty melancong ke pemukiman penduduk yang terkena wabah, dan mengunjungi gereja yang merawat anak-anak kecil. Tergerak hatinya melihat para biarawan yang mengurus anak-anak tersebut, Kitty ingin dapat menjadi relawan menggantikan salah satu suster yang meninggal terjangkit kolera.

Tanpa disadari Kitty justru menemukan kedamaian bathin ketika membantu menghibur anak-anak tersebut dengan mengalunkan musik dari piano. Alunan musik tersebut membuat Walter tergugah untuk melihat ke ruangan tempat Kitty sedang bermain piano. Ternyata tempat Walter melakukan penelitiannya tidak jauh dari ruangan tempat Kitty menjadi relawan.

Melihat perubahan pada Kitty, sikap Walter mulai melunak dan mereka mulai bekerja bahu-membahu demi menolong warga dusun tersebut. Bahkan ketika mengetahui Kitty mengandung anak orang lain, Walter berjanji tetap akan menyayangi anak tersebut. Namun ketika perasaan cinta yang ada sudah mulai menguat kembali, ternyata justru Kitty harus kehilangan Walter yang akhirnya terjangkit kolera.

Setelah kembali ke negara asalnya, Kitty bersama anaknya sempat berpapasan dengan Charles. Namun Kitty tidak ingin mengulangi kembali hubungan perselingkuhan dengan Charles. Ketika anak Kitty bertanya, siapa pria yang berpapasan dengan mereka tersebut, Kitty hanya menjawab, dia bukan siapa-siapa. Walaupun Walter sudah meninggal, hati Kitty masih sepenuhnya menjadi milik Walter.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: