Our Family

Rasanya babe memilih kita untuk bersatu karena kami bisa saling melengkapi satu sama lain dan ternyata setelah ditelaah lebih jauh kita memiliki pengalaman pahit yang hampir-hampir sama. Walaupun masing-masing berhasil menghadapinya dengan cara yang berbeda karena kami semua memiliki karakter yang berbeda satu sama lain.

Celly si bontot yang duduk di depan gue, biasa dipanggil ikan buntal karena pipinya yang tembem dan imut-imut hobbynya nyanyi… Sempat kami bikin simulasi metromini di mobil Lydia. Lydia si macho yang mirip Reza, gue dulu tahu dia dari nama doang, karena gue lebih dulu mengenal orang yang pernah dekat sama dia. Lydia biasa mencegah gue melakukan hal bodoh dengan cara mengancam. Syukurlah selalu berhasil. Evi yang selalu bisa meredakan kepanikan gue, duh pengen banget gue ngenalin nih anak sama Yanuar Fajri soalnya hobby dan gayanya sama banget. Gue dan dia sempat curhat-curhatan, dan ternyata punya pengalaman jelek yang sama terhadap cowo munafik he he he…

Dan ketika kemaren mood gue sempat jelek banget, gara-gara waktu gue sedang bertamu di MMUI dan dipinjami laptop untuk online, seseorang menyapa gue dengan kata-kata yang lumayan memancing emosi. Ketika gue nangis, Evi menghibur gue. Dan syukurlah jaringan langsung mati sehingga gue tidak perlu membaca kata-kata orang itu lebih lanjut.

Namun keesokan harinya ternyata gue harus bawa laptop karena mo ngopi Encarta yang ukuran filenya lumayan gede. Jaringan bagus banget, jaringan yang bagus itu justru bikin gue makin down. Kata-kata tidak sedap bermunculan di YM gue. How come? Gue sudah lama memang ga online di jam-jam kerja (ya iyalah, di kantor itu kan seharusnya kerja, bukan chatting. Toh kita digaji untuk kerja bukan chatting), gue biasa online tengah malam di Indonesia dengan teman-teman kuliah gue yang berada nun jauh di afrika (kalo ga salah beda 6 atau 7 jam sebelum jam di Indonesia) mereka pada kesepian di tengah lautan.. Kecian deh lu.. tapi mereka semua smart, dan obrolannya enak, jadi gue banyak dapet masukan dan kadang gue bisa jadi penghubung untuk produk-produk yang ada di Indonesia. Anyway, ketika gue down, sutris sendiri.. temen-temen gue bisa bikin gue cheer up lagi..

Sepertinya tinggal mereka keluarga gue yang gue miliki, setelah semuanya musnah seiring dengan berubahnya komunitas yang pernah gue ikuti menjadi ajang yang sudah tidak sesuai dengan karakter dan prinsip gue.

So guys… please always be my family… karena walaupun kadang gue terkesan cuek, tinggal kalianlah orang-orang yang benar-benar gue sayang as family.. karena kita benar-benar senasib sepenanggungan. Ketika dibebani tugas-tugas yang seakan-akan ga ada habisnya… Ketika waktu kita hampir semuanya tersita untuk mengerjakan tugas-tugas dan kehidupan sosial kita terbunuh… Kita berhasil menciptakan kehidupan sosial antar kita sendiri…

This blog is also dedicated for the birthday girl… Lydia “Reza” Suwandi… Cewe gokil yang bagi gue kokoh dan tegar banget…
Ppy B’ day Girl…

7 Responses to Our Family

  1. Evi says:

    hiks… terharu huhuhu…
    makanya kan dah ada new family, so jangan sering sedih, bt, ngambek dll..
    “we are family…” hehehe…

  2. hermawan says:

    cuma sedikit tapi kalau kualitasnya oke ya kudunya tetep bangga lo. kayaknya gitu juga dalam pertemanan. sama di kantor gue juga punya beberapa yang bisa gue percaya penuh, ya sudah dinikmati saja. kenal aja sih banyak, cuma kalau mau dibilang teman sejati, emang banyak yang harus dibuktikan sih. waktu aja yang bisa membuktikan.

  3. Om Wik says:

    Rasanya dalam setiap perjalanan hidup kita, akan ada orang2 yang benar2 care pada kita. Namun ada yang cuek bebek, bahkan ada yang lebih suka “berteriak” kepada kita. Cuman waktu akan membuktikan siapa2 yang akan selalu dekat dg kita. Dari sekian banyak pengalaman yang ada, teman2 yang “senasib sepenanggungan” (baik dlm pekerjaan, kuliah atau kehidupan sehari2) biasanya akan lebih dekat dan terus terbawa hingga perjalanan hidup selanjutnya. Tapi saya yakin, Tuhan YME tidak akan pernah membiarkan kita “sendiri”😉

  4. Ennur says:

    don’t blow this “family” of yours again ndah…. frendship is two way connection not one… understanding is far important than anything… hope you find more lesson from your last “problem” [ hope that you realize that ]

  5. Romli says:

    Last problem dia adalah ketika semua orang yang mengaku teman-teman dekatnya justru menghancurkan hubungannya dengan orang yang sangat dia sayang, entah untuk alasan apa.

    Dan bodohnya orang yang dia sayang itu justru berbalik meninggalkan dia karena hasutan teman-teman orang yang dia sayang juga…

    So, this girl life is just like hell…

  6. Ennur says:

    bapak romli yang berhormat sepertinya sangat tau endah last “problem” saya meminta tolong untuk menjelaskan kepada saya kenapa orang orang yang dekat dengan dia meninggalkan dia… saya termasuk orang yang tidak tau harus bagaimana… dan apakah asal mula “problem” itu dari temannya atau dari dia sendiri…

  7. Endah says:

    orang-orang yang dekat gue gak ninggalin gue kok.

    Lu doang kali, ato cuma orang-orang yang palsu…

    Orang yang tulus akan selalu sama gue.. for better or worse.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: