Kompleks

Orang yang menyebut gue kompleks pertama kali adalah salah satu senior di teknik mesin angkatan 1991. Hal tersebut pula yang menyebabkan dia untuk memilih perempuan yang simple, dan tidak memikirkan sesuatu menjadi rumit. Dia bilang, gue ini bagaikan benang kusut. Ga ada ujung dan ga ada pangkal.

Beberapa minggu yang lalu, pernyataan bahwa gue orang yang kompleks juga keluar dari mulut senior gue di teknik elektro angkatan 1993. Hal ini terlontar, ketika dia ngeliat cara nyetir gue. Dia bilang, gila ya lo, kompleks banget, kadang terlalu hati-hati, kadang ga sabaran, kadang sradak-sruduk, kadang terlalu patuh rambu-rambu.

Berikutnya, orang yang gue pikir baru kenal gue beberapa hari, juga bisa menilai bahwa gue kompleks. Menurut beliau isi kepala gue terlalu acak-acakan ga terstruktur.

Dan orang yang setiap saat mengatakan gue kompleks adalah salah seorang penasehat spiritual gue yang dengan sukses mendeklarasikan dirinya sebagai penyembah pohon. Dia selalu bilang, mbok ya orang kalo mikir sekali-kali tuh yang lurus-lurus aja, jangan dibelok-belokin dulu… hiks.. padahal gue pikir waktu baru kenal dulu, kirain pola pikir gue dan dia mirip-mirip. Beliau inilah yang ngebujukin gue baca Il Postino.

Hmmm gue pikir jadi kompleks itu bukan hal yang aneh, toh gue tinggal di kompleks perumahan…

Halah kok jadi jayus begini :p

posted on January 15, 2007

6 Responses to Kompleks

  1. Mahapatih says:

    If ever you’re in my arms again
    This time I’ll love you much better
    If ever you’re in my arms again
    This time I’ll hold you forever
    This time we’ll never end

    A second once in a lifetime
    Isn’t too much to ask
    ‘Cause I swear from the heart

  2. MÄÑìéS says:

    FYI…

    3 dari keempat orang tersebut, lahir di tahun 1968😀

  3. burung says:

    dari keempat orang itu, cuma satu yang tampangnya mirip jim morison waktu muda, hihihi

  4. Anonymous says:

    seniman juga kompleks…banyak yang kaburrrr kalau urusan personal he he

  5. Merdeka!!! says:

    Human, in nature, are very complex. Complex in the way they are formed and moreover they are very complex in the way of thinking. Jadi yah biarkan saja. Apa kata orang, terserah mereka. Up to them, this is live, it isn’t up to you. Jadi, don’t worry lah, be happy. Kadang saya juga mikir, mengapa orang terlalu “khawatir” dengan orang lain. Seandainya mereka ada waktu luang untuk khawatir akan orang lain, seharusnya mereka lebih dahulu memikirkan diri mereka sendiri😉

  6. Endah says:

    Dan selama dua hari ni gue diceramahi oleh salah seorang pemred yang sudah menjadi orang paling berpengaruh dalam hidup gue…

    Ndah, kamu itu kompleks.. nggak fokus.. coba fokuslah untuk sekali-kali.
    Biar untuk mencapai sesuatu juga jadi lebih gampang..

    Hiks.. gue harus gimana? Gue sendirian sekarang.. udah kehilangan semuanya… hu hu hu..

    Dan tetap terlalu kompleks untuk dipahami…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: