The Post-it Always Sticks Twice

Mungkin penggemar Sex and the City tau salah satu episode ini.. tepatnya episode ke 81. Entah kenapa gue keinget banget sama episode ini, padahal ini bukanlah salah satu episode yang terbaik.

Post It Never Stick Twice
Di episode ini Carrie dan Jack Berger baru saja mengalami masa-masa yang romantis. Karena Jack Berger ingin kembali lagi ke sikapnya yang dulu, yang begitu penuh rasa sayang dan cinta terhadap Carrie. Tapi entah kenapa.. esok harinya Berger memutuskan Carrie hanya melalui pesan di Post-it. Seperti biasa keempat sahabat ini kumpul-kumpul saling curhat, dan berceritalah Carrie, bahwa Berger memutuskan dia hanya melalui Post it. Berger sama sekali tidak membicarakan permasalahan atau melakukan klarifikasi masalah, cukup meyampaikan keputusan untuk putus melalui media Post-it yang ditempelkan di kaca rias Carrie.

Dalam rangka menghibur Carrie, seperti biasa keempat sahabat ini bersenang-senang di suatu club. Sampai ketika Carrie menghisap ganja di jalanan, polisi yang kebetulan melintas dan melihat Carrie sedang menghisap ganja segera menangkap Carrie. Ketiga teman Carrie berusaha membujuk polisi agar melepaskan Carrie, sahabat mereka.

Mereka bercerita bahwa Carrie bukan seorang pengganja, tetapi dia sedang mengalami masa-masa yang sulit. Polisi hanya menanggapi sebelah mata “Ya, semua juga begitu”. Akhirnya salah seorang temannya bercerita bahwa Carrie baru saja diputuskan pacarnya melalui Post-it tanpa menjelaskan permasalahan. Polisi menganggap alasan itu terlalu mengada-ada, bagi polisi tidak mungkin ada laki-laki sepengecut itu. Sampai Carrie yang sudah di mobil polisi segera menempelkan Post-it tersebut di kaca jendela mobil polisi. Ketika melihat Post-it tersebut, polisi langsung terbengong-bengong seperti emoticon :o:o di yahoo. Dan segera membebaskan Carrie sambil berkomentar “Waw anda memang sedang mengalami masa-masa yang buruk”.

Hi hi hi.. mungkin bagi sebagian orang episode ini ga menarik.. tapi saat ini, menarik banget buat gue.. dan gue dengan noraknya sampe nulis ini buat blog…

posted at April 27, 2006

7 Responses to The Post-it Always Sticks Twice

  1. Menurut gw,…
    Diputusin – apapun bentuknya, dari mulai diputusin langsung ato lewat telepon ato surat pos ato email ato sms ato post-it, ga ngurangin sakit hatinya,…

  2. MÄÑìéS says:

    hi hi hi…
    kalo lewat sms.. dan ga pake klarifikasi.. gimana mbak?

  3. Mungkin cm berlaku bwt gw,… gw lebih bisa menghandle perasaan sakit hati itu ketika putusnya menggunakan media tertentu,…

    Soalnya dulu gw pernah diputusin langsung, gw nangis sejadi-jadinya, butuh waktu lama untuk recovery. Pas momen putus lainnya lewat telepon, lebih mudah ngilangin sakitnya.

    Mungkin kalo pas ketemu langsung, otak gw bekerja untuk menangkap tiap detil menjadi memori yang kapan saja bisa diputar oleh alam bawah sadar gw untuk mengasihani diri sendiri sebagai proses penyangkalan bahwa gw sedang sakit hati,…

    Tapi ya mungkin respons orang kan beda2,…

    BTW, siapa yang diputusin lewat sms tanpa klarifikasi?

  4. burung says:

    Yang jelas bukan gw banget tuh! Kalo gw, mendingan telpon langsung aja daripada SMS. Bukannya sok kayak punya pulsa berlebih, tapi memang gw gak punya jempol turbo seperti anak2 abege itu, yang sangat terlatih buat mencet2 keypad henpon ampe lupa cara mencet jerawatnya sendiri.

    Di samping itu, telepon genggem gw sering error waktu dipake SMS-an. Udah waktunya ganti sih, udah setua peradaban, tapi males banget blanja ke Roksi. Ada yang berminat jual seken gak? Multimedia-nya gak usah bagus2 banget gak papa, asal fungsi dengar ama pencetnya masih oke.

    Sekali lagi, mendingan telepon langsung! Kalau lagi gak ada pulsa bisa pake telpon kantor. Lebih irit. Eh iya.. film Sex and The City itu, yang main sama gak sih ama Tarzan-X?

    Soal “Post-it”, itu ide sebenernya adalah niru2 film drakula Mandarin. Untuk menghentikan aksi para vampire, mereka menyiapkan kertas2 tempelan yang ditulisi pake hurup China. Setiap kertas tadi ditempel di jidatnya, si drakula akan diam terpaku. (ihhh syereeem!)

    Nah, untuk kasus mbak komentator yang di atas persis ini, sebenarnya cara kombinasi berikut bisa dipakai. Contoh penggunannya gini:

    Ini misalnya lho (belom kejadian bener)! Gw pacaran ama dia, trus gw pengen mutusin. Hal yang gw lakukan adalah mendatangi langsung dia sambil bawa “post-it mandarin” itu. Gw bilang terus terang mau mutusin. Sebelum dia menangis sejadi-jadinya, gw tempel aja “post-it mandarin” itu ke jidatnya. Gampang kaan??

    * maap kalo bertele2.. abis topiknya menarik banget sih)

  5. Nana Cantik says:

    kayaknya tu cowo ga sopan bgt deh. please deh, klo mo putus yg baek2 gtu..ini adalah cara putus yg menyebalkan. tp ada baiknya juga sih..artinya kita hrs bersyukur putus dari cowo pengecut n ga gentle spt itu. ke laut aja deh tu cowo!! BT gw (eh gw kok jd emosi gini yah, hehe…)

  6. ßµRÚñG says:

    Menariknya film itu sih, titelnya kayak film noir tahun 1940-an: “The Postman Always Rings Twice”. Katanya tahun sembilan belas delapan berapa gitu dibikin lagi dengan judul yang sama. Soal istri pemilik toko yang selingkuh ama orangnya si suami, trus suaminya itu dibunuh, dsb. Menurut gw sebagai penggemar barang2 norak yang gak berbudaya, “postman” lebih menarik daripada “post-it”, hihi.. maap canda kok ndah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: