Kalau cinta sudah di buang
Jangan harap keadilan akan datang
Kesedihan hanya tontonan
Bagi mereka yang di perbudak jabatan
Bongkar by Iwan Fals
May 13, 2009Single Happy by Oppie
May 8, 2009Mereka bilang aku pemilih dan kesepian
Terlalu keras menjalani hidup
Beribu nasehat dan petuah yang diberikan
Berharap hidupku bahagia
Aku baik-baik saja
Menikmati hidup yang aku punya
Hidupku sangat sempurna
I’m single and very happy
Mengejar mimpi-mimpi indah
Bebas lakukan yang aku suka
Berteman dengan siapa saja
I’m single and very happy
Mereka bilang sudah saatnya karena usia
Untuk mencari sang kekasih hati
Tapi ku yakin akan datang pasangan jiwaku
Pada waktu dan cara yang indah
Aku baik-baik saja
Menikmati hidup yang aku punya
Hidupku sangat sempurna
I’m single and very happy
Mengejar mimpi-mimpi indah
Bebas lakukan yang aku suka
Berteman dengan siapa saja
I’m single and very happy
I’m single and very happy
Waktu terus berjalan
Tak bisa kuhentikan
Kuinginkan yang terbaik untukku
Terry oh Terry
May 3, 2009
Belakangan ini agak sebel gue selalu keduluan temen gue nge-review film. Salah satu film yang pengen banget gue tonton dan dua kali gue gagalin jadwal nontonnya bareng temen-temen (jahat ya gue padahal gue yang arrange acaranya tapi gue sendiri yang mundur karena lebih memprioritaskan hal lain) adalah X-MEN ORIGINS: WOLVERINE. Sepertinya sebenarnya teman gue cuma ngeledek gue karena hampir diujung tanduk mati karir dan mati kreatifitas. Tulisan-tulisan karya gue saat ini hanyalah sebatas pesanan dari pemred. Waktu gue lebih banyak kemakan oleh seseorang yang selama ini menjadi prioritas gue itu. Bahkan laporan perjalanan gue selama 5 hari ke Phuket terasa kering karena kurang melibatkan emosi (atau justru takut terlalu emosional sehingga khawatir timbul masalah lagi?)
Lalu kenapa Terry? Entah kenapa tiba-tiba gue teringat adegan Terry memeluk Candy di tangga, saat terakhir perpisahan mereka. Padahal lagu yang gue dengar saat terinspirasi menulis ini bukanlah OST film Candy-Candy versi kartun, tapi lagu yang dibawakan band teman gue (Drive) dengan judul “Bersama Bintang”. Lagu ini menjadi OST sinetron Candy, tapi gue terus terang ga pernah nonton sinetron itu, namun liriknya yang dibawakan sang vokalis rasanya sangat menyayat hati.
Lo tu ye /rif
April 26, 2009Tingkah lo koq bikin hacii
gaya lo koq bikin hacii
wangi lo koq bikin hacii
dandanan lo bikin hacii hacii
Bicara lo bikin hacii
siulan lo bikin hacii
nafas lo koq bikin hacii
elo hacii gue makin hacii
Lirikan loe awas hacii
senyuman lo woww hacii
asyik lo yaik gue hacii
liat lo koq gue hacii hacii
Bicara lo bikin hacii
senyuman lo bikin hacii
nafas lo koq bikin hacii
elo hacii gue makin hacii
Lo toe gaya lo emang keren
lo tu laga lo juga keren
lo tu tampang lo keren
tapi otak lo kagak lo pake
Lo toe gaya lo emang keren
lo tu laga lo juga keren
lo tu tampang lo keren
Tapi nafsu lo yang lo pake
Segumpal Otak
April 26, 2009![]()
Kemarin gue agak terheran-heran soal otak manusia. Apakah benar waktu Tuhan menciptakan manusia, ada manusia yang tidak kebagian saat mengantri otak. Apakah mungkin Tuhan tidak menyisipkan segumpal otak pada kepala kosong manusia itu? Atau kah gumpalan otak yang disisipkan Tuhan ke manusia itu hanya sebesar kacang polong sementara ruang kosongnya lebih banyak?
Setelah gue pikir-pikir dengan teori gue. Kemungkinan adalah sifat otak seperti rangkaian elektronik. Prosesor pada CPU, atau rangkaian elektronik pada ponsel, atau embedded circuit yang lain bisa saja tidak ada gunanya selama tidak diprogram. Jadi ada kemungkinan otak manusia yang tidak dapat digunakan untuk berpikir itu atau istilah orang itu “Emang gue pikirin” karena dia memang tidak bisa berpikir disebabkan belum diinstalnya sistem operasi pada otak tersebut. Hasilnya si otak hanyalah sebatas hardware tidak berguna, tidak bisa digunakan untuk berpikir dan hanyalah seonggok daging. Memang kasihan sih, kira-kira apa ya yang menyebabkan Tuhan tidak menginstal sistem operasi pada otak orang itu. Terkadang gue juga wondering.. apakah sistem operasi pada otak manusia sama semua? Kalau komputer kan ada Windows, Linux dan Mac. Sedangkan ponsel ada Symbian, Windows Mobile, Linux, iPhone, Blackberry, MTK, Palm OS dan Android. Berbagai versi sistem operasi tersedia untuk komputer dan ponsel. Bagaimana dengan otak manusia? Apakah tersedia sistem operasi yang berbeda-beda untuk mereka? Apakah sistem operasi otak manusia bisa diinstal ulang? Yah saya doakan bisa deh, agar orang-orang yang otaknya tidak berfungsi dengan baik bisa dapat digunakan pada akhirnya…
Panggung dari Perempuan
April 25, 2009
Sebenarnya gue kurang tertarik menonton teater kali ini. Karena lumayan mahal dengan lakon yang rasanya kurang menggigit. Selain itu teman yang biasanya mendampingi nonton pun sudah tak ada, semua sibuk dengan kegiatan masing-masing. Untungnya tiba-tiba Naya tertarik untuk ikutan nonton, akhirnya kami pun janjian ketemu di TIM untuk beli tiket on the spot.
Pertunjukan kali ini terdiri dari 4 naskah dari 4 sutradara perempuan, keempat naskah tersebut adalah:
- Water Closet, karya sutradara Maya Hasan
- 4 Musim Berlalu…??? karya sutradara Resinta ‘Cen2x’ Tasiana
- 1 Rumah 3 Tangga, karya sutradara Fitri Fajara
- Dug… Dug… Dug… karya sutradara Mima Yusuf
Old Maid
April 25, 2009Pagi ini gue memulai hari dengan beres-beres sisa perjalanan selama 5 hari kemaren. Cuci baju dan seterika cucian minggu sebelumnya. Tiba-tiba siang ini gue dapat kiriman SMS yang memuakkan dari orang paling memuakkan sedunia, isinya: “Dasar Perawan Tua”. Lho apa salah gue jadi perawan tua? Gue berkarir merintis segala sesuatunya dari nol sendirian. Gue beli barang-barang hasil jerih payah keringat gue sendiri ga nebeng orang lain. Apa itu salah? Apa lebih benar jika hidup bergantung sama orang lain lalu kirim SMS dari nomor HP yang sebenarnya adalah no HP gue. Terdaftar pertama kali atas nama gue, dan kini disalahgunakan untuk mengirimi gue SMS dengan kata-kata kasar yang memuakkan. Asli gue cape dan lelah, mungkin memang karir gue sempat dimatikan dulu, dan potensi tersebut kemungkinan terulang lagi ketika gue menyadari isi kontak ponsel gue berkurang. Orang yang gue percaya mengoprek-oprek HP gue dan mengijinkan orang lain mengirim SMS dari nomor yang nota bene adalah nomor gue sendiri.
Last day at Thailand
April 25, 2009Rabu, 22 April 2009. Hari terakhir di Thailand. Beberes, dan meluncur ke bandara. Lagi-lagi melewati jalanan pesisir Kata-Karon. Gue yakin gue sudah cukup certified untuk jadi tour guide di Phuket, rasanya jalanan di sini itu-itu saja.. sampai hafal rasanya. Sesampai di bandara kami sempat beli souvenir lagi, dengan harga beberapa kali lipat dari pinggir jalan tentunya.. hu hu hu.. mahal. Tapi anehnya makanan tetap murah. So kami sarapan pagi yang mengenyangkan di bandara. Hmmm Hakau dan Duck Noodle hanya seharga THB 125 per orang. Kenyaaaaang…
Pesawat boarding tanpa delay, tak sampai 2 jam kami sudah sampai di Budget terminal Singapura. Kami belum bisa cek in pesawat berikutnya, lalu kami pun menuju terminal 2 dengan Shuttle Bus. Ternyata lapar kembali melanda, kami pun makan siang di Kantin karyawan yang letaknya di lantai 3M. Harga makanan hanya kisaran SGD 2 sampai SGD 5. Harga minumannya pun cukup murah hanya seharga SGD 0.5 sampai SGD 10. Kenyaaaang…
Third Day at Thailand
April 25, 2009Akhirnya kami makin yakin kalau kami salah strategi. Kami bangun pukul 9 siang, sambil menanti orang yang ambil mobil. Ternyata setelah tanya resepsionis di hotel, kalau mau ke Phi Phi Island seharusnya pesan tempat satu hari sebelumnya. Karena jemputan untuk tur ke sana berangkat pukul 7.30 pagi. Hu hu hu.. akhirnya kami memutuskan untuk melanglang buana saja dengan jalan kaki. Di perjalanan sempat mampir ke tempat jual souvenir, tapi kami ga tanya-tanya juga sih, soalnya gue sendiri punya satu misi, yaitu beli nomor hp supaya bisa balas SMS dan terima telpon dari seseorang yang curiga gue sengaja ga mau dihubungi. Selesai mengaktifkan nomor DTAC dengan nama produk Happy, seseorang itu langsung telpon. Sebenarnya Dian agak terganggu dengan telpon orang itu, karena menurut pendapatnya itu cukup mengganggu liburan gue dan melenceng dari tujuan utama gue untuk menjernihkan pikiran dan menghindari diri dari hal-hal yang kurang baik untuk hidup gue.
Eh ada yang kelewat, sebelumnya kami sempat mampir di warung nasi.. nasi hainam plus ayam rebus dengan kuah sup dan dua gelas es teh khas Thai yang pakai susu. Benar-benar kenyang, lagi-lagi hanya seharga THB 90. Lalu di perjalanan kami lihat tukang Taxi yang bersedia dibooking hanya dengan THB 550 untuk menjemput ke hotel pagi hari lalu berangkat menuju airport untuk kepulangan kami. Tapi kami mengurungkan niat karena memang uang kas semakin menipis. Di sepanjang jalan banyak stand-stand kecil yang menawarkan paket tur. Pergi ke Phi Phi Island memang sudah tak memungkinkan karena saat itu jam sudah menunjukkan pukul 11.00. Saat tawar menawar harga paket tur ke pulau lain, orang itu kembali telpon dan marah-marah karena ternyata beberapa kali menelpon tapi gue ga terasa jadi ga kejawab. Segala tuduhan kembali dilontarkan. Padahal saat dia telpon ga keangkat itu gue memang sedang sibuk nawar sandal. Lumayan juga dari harga THB 400, kami bisa mendapatkan sandal cantik seharga THB 450 dua pasang.
Second Day at Thailand
April 25, 2009Senin, 20 April 2009. Kami siap-siap check out, karena sudah sewa mobil jadi semua perbekalan dan barang bawaan bisa dibawa sambil jalan di mobil. Sarapan pagi cukup mengenyangkan, Dian dari awal wanti-wanti biar hemat mending perut benar-benar diisi penuh. Sepertinya nasehat ini kurang jitu, karena gue justru bisa ngedrop kondisinya kalau kekenyangan he he he. Tepat jam 9 pagi, mobil sewaan sudah datang. Dengan berbekal peta-peta gratisan, gue sudah siap jadi navigator dengan target-target tujuan yang sudah dilingkari Dian. Sebelumnya si pengantar mobil minta di drop di pom bensin. Kami isi bensin sekitar 20 liter dengan harga THB 500. Jadi total-total pengeluaran untuk mobil ini sekitar THB 1750.
Tujuan pertama adalah Big Buddha, letaknya di atas gunung dan terbuat dari marmer dengan ketinggian 45 meter. Karena gue punya ketergantungan dengan air dan sedikit nyasar. Gue memutuskan mampir di mini market untuk beli air dan nanya jalan. Ternyata harga air 6 liter hanya THB 35, padahal sehari sebelumnya gue beli air 1,5 liter seharga THB 20 dan harga air 600 ml seharga THB 10. Wuih, makin lama kok makin tahu harga aja ya. Bahwa sebenernya pengeluaran bisa lebih murah. Sama seperti pengalaman makan di hari pertama, ternyata makanan di hotel lebih terjangkau, hanya THB 250 per porsi. Nantinya akan lebih murah lagi nyari makanan di warung-warung pinggir jalan sekelas warteg yang rasanya sama seperti restoran di mal jakarta he he he…
Posted by rorygilmore
Posted by rorygilmore
Posted by rorygilmore 