
Sebenarnya gue nonton film ini lebih dahulu ketimbang nonton Merah Putih, tapi semangat mencela film ini masih rada mending jadi masih bisa gue tunda reviewnya. Film ini disutradarai oleh Gareth Evans, tapi jangan berharap film ini bisa sekelas film-film holywood. Film ini lebih kacangan ketimbang film-film karya anak bangsa. Adegannya agak-agak over, terutama adegan yang berlinangan darah. Warna darah kadang-kadang pink, kadang merah kadang ungu. Baik aktris dan aktor ga terlalu jauh dari make up lebam-lebam dengan nuansa pink dan ungu.
Dimeriahkan oleh aktris kawakan Christine Hakim dan aktor favorit gua, Dony Alamsyah. Bintang utama film ini adalah pendatang baru, yaitu Iko Uwais yang berperan sebagai Yuda. Konon dia dipilih karena memang pesilat kawakan. Dari segi tampang lumayanlah dengan gigi gingsulnya. Tapi lafal dialog kurang jelas, entah memang disengaja untuk menggambarkan bahwa dia putera daerah atau memang aslinya begitu. Dari segi cerita, sedikit ada kematangan, setidaknya sutradara tidak terlalu bingung mengarahkan alur cerita. Tentang seorang anak laki-laki yang secara adat Minangkabau harus merantau sebagai salah satu tradisi. Di perjalanan dia bertemu dengan seorang pesilat juga yang nantinya akan beberapa kali bertemu sampai akhirnya harus bertarung. Agak OOT pesilat lain yang bernama Eric ini diperankan oleh Yayan Ruhian yang muka monyongnya bikin gue dan temen gue tertawa tergelak-gelak sepanjang film. Sumpah nggak lucu, tapi karena mirip seseorang, yang seharusnya adegan menegangkan malah bikin ketawa.
Posted by rorygilmore 
Posted by rorygilmore 