Pay Salutation to the Triple Gem

May 25, 2009

arahang samma sambuddho bhagava buddhang bhagavantang abhivademi

The Exalted One, far from mental defilements, the Perfectly self-Enlightened One, the Awakened One. I bow down before the Blessed One. (one prostration)

svakkhato bhagavata dhammo dhammang namassami.

The Dhamma, the Law of Nature, the Noble Doctrine, wellexpounded by the Blessed One. I bow down before the Dhamma. (one prostration)

supatipanno bhagavato savagasangho, sanghang namami.

The Sangha, the Noble Disciples of the Blessed One, who have practiced well. I bow down before the Sangha. (one prostration)


Butterfly Effect 3: Revelations

May 24, 2009

Layaknya film Butterfly Effect 2, film ini kurang menggigit. Cerita juga kurang berbobot, tidak sedalam Butterfly Effect pertama yang diperankan secara mendalam oleh Ashton Kutcher. Film ini lebih mirip dengan film Jumper, seseorang yang memilki kemampuan untuk pindah waktu kapan saja dan di mana saja tanpa punya keterlibatan langsung dengan peristiwa tersebut. Sam (Chris Carmack) sering membantu polisi dalam berbagai kasus penyidikan dengan cara melihat langsung ke TKP pada saat kejadian tersebut berlangsung. Karena hanya sebatas mengamati Sam tidak melakukan perubahan sejarah. Lain halnya ketika ia kembali ke peristiwa yang memiliki keterlibatan emosional langsung. Maka setiap perubahan kecil yang dilakukannya akan terjadi perubahan besar pada masa depan.

Adegan ini sangat tidak cocok ditonton oleh anak-anak terlalu banyak adegan pembunuhan sadis dan adegan seks. Di akhir film Sam berhasil memperbaiki hidupnya, dengan kata lain happy ending ala Holywood terjadi pada film ini. Ketimbang menyelamatkan adiknya yang ternyata berkembang menjadi pembunuh berantai, dia memutuskan untuk mengunci adiknya saat terjadi kebakaran di masa kecil. Sebagai ganti, kedua orang tuanya berhasil dia selamatkan. Sam memiliki keluarga yang bahagia dan seorang anak perempuan yang dinamai sama dengan nama adiknya. Sayang, di adegan terakhir film seolah-olah sosok keji Jenna (adik Sam) merasuk dalam gadis kecil tersebut. Terlihat saat Jenna kecil memanggang bonekanya dalam pemanggang barberque. Uuurrgh, film ini hanya menjual kejayaan judul film pertama. Pantas saja bioskop di Indonesia tidak menayangkannya.


Jagad-X-Code

May 24, 2009

jagad

Gue sangat bersyukur akhirnya bisa menyaksikan film ini. Film ini berlokasi di Yogyakarta dengan mengambil setting kehidupan masyarakat yang bermukim di Kali Code. Arsitektur rumah-rumah di bantaran Kali Code ini dirancang oleh penulis favorit gue, Romo Mangunwijaya. Terus terang dari kecil gue pengen bisa melihat rancangan bangunan yang mendapat penghargaan dari mancanegara ini. Untung saja pemerintah tidak jadi menggusur bangunan ini. Aneh memang, di luar negeri dapat pengakuan, di negeri sendiri nyaris disingkirkan. Demi misi kemanusiaan Romo Mangun mendirikan pemukiman yang layak ditempati oleh penduduk miskin Kali Code. Bangunan ini tidak tampak kumuh, bahkan tertata apik. Sanitasi bersama disediakan di lokasi pemukiman tersebut. Cerita yang diangkat film ini sederhana tidak terlalu muluk, seharusnya sih bisa sedikit menyinggung mentalitas koruptor papan atas. Dimana moral penduduk miskin yang segan berbuat jahat walau kepepet sekalipun.

Film ini didukung juga oleh seniman-seniman Jogja kawakan seperti Butet Kertaredjasa, Djaduk Ferianto dan Didi Nini Thowok. Memang sih penampilan mereka bukan tokoh sentral, namun lumayan kocak untuk disimak. Mudah-mudahan film garapan Herwin Novianto mendapat penghargaan yang cukup layak. Sebab muatan film ini cukup berbobot, didukung pula oleh pemilihan gambar yang terlihat profesional dan tata suara yang bagus. Walaupun tergolong dalam genre film komedi, namun hikmah film ini tak kalah bagusnya ketimbang film Laskar Pelangi. Ada moral yang ditonjolkan di film ini, dan patut untuk terus dipertahankan.

Read the rest of this entry »


Mereka Bilang, Saya Monyet!

May 18, 2009

sukses dengan novelnya yang menjadi best seller, maka film dengan judul yang sama ini pun berhasil meraih beberapa penghargaan. Film ini mengisahkan mengenai Adjeng (Titi Sjuman) seorang penulis lepas yang tinggal sendiri di apartemennya.

Awalnya dia hanya menulis lepas di majalah anak-anak, hal tersebut tidak memuaskan dirinya. Karena dia menulis berdasarkan orderan, tak bisa mengekspresikan kreativitas. Akhirnya dia menghadap sang pemred yang diperankan oleh Arswendo Atmowiloto. Dan mengajukan untuk berhenti di menulis di majalah anak-anak karena ingin menulis sesuatu yang lebih serius. Seorang penulis lepas di majalah anak-anak, tinggal di sebuah apartemen. Mungkin hal ini menimbulkan pertanyaan. Berapa sih honor penulis lepas?

Read the rest of this entry »


Radit dan Jani

May 18, 2009

Bingung kan kenapa gue baru nulis resensi film yang ditayangkan di bioskop awal tahun 2008 ini. Gue inget nonton film ini di Cibubur, dengan seorang penggerutu yang bilang “film kayak gini kok ditonton, ga layak dilihat anak-anak nih”. Memang adegan-adegan pembuka film ini termasuk vulgar. Percumbuan dan percintaan penuh gelora membumbui film drama ini. Dimainkan oleh Vino G Bastian sebagai Radit dan Fahrani sebagai Anjani. Mereka adalah pengantin muda yang sebenarnya pernikahan mereka ditentang oleh keluarga Anjani. Jani berasal dari keluarga baik-baik. Sedangkan Vino adalah pemain ben yang kecanduan obat-obatan terlarang.

Mereka berdua tinggal di sebuah flat, entah itu flat atau rumah susun dengan perabotan seadanya dan kondisi rumah yang begitu berantakan. Pada awalnya hanya Jani yang menjadi pencari nafkah dalam keluarga. Namun karena kejengkelannya dengan salah seorang rekan, akhirnya mereka berdua praktis jadi pengangguran. Masa depan ben Vino pun tak jelas, bahkan teman-temannya memecatnya karena sikapnya yang kasar dan masalah kecanduannya.

Read the rest of this entry »


Jamila dan Sang Presiden

May 17, 2009

Walaupun gue sampai tepat waktu, lagi-lagi gue telat masuk studio. Film sudah diputar, terlihat Jamila sedang dalam mobil tahanan dengan dandanan masih kinclong. Beberapa kali terlihat kilas balik ke masa kecilnya. Sebenarnya topik yang ingin diangkat pada film ini lebih ke perdagangan anak perempuan ke lintas daerah. Namun keseluruhan film ini tidak terlalu menggiring penonton ke topik tersebut. Sehingga film yang seharusnya bisa lebih berbobot ini terasa lebih dangkal dalam pendalaman materi.

Jamila mengaku telah membunuh seorang menteri. Penonton lebih dibuat penasaran apa yang menyebabkan Jamila melakukan hal tersebut. Semenjak kecil, Jamila sudah dijual oleh ayahnya untuk dijadikan pelacur. Namun ibunya menyelamatkannya dengan mengungsikan Jamila ke keluarga yang mau menampungnya. Malang nasib dia, justru para lelaki dalam keluarga tersebut memperkosanya hingga hamil. Akhirnya dia membunuh lelaki-lelaki tersebut dan melarikan diri.

Read the rest of this entry »


Janda Kembang

May 16, 2009

Heran kan gue nulis review ini duluan ketimbang film Jamila dan Sang Presiden. Nanti dulu ya, setelah ini. Seperti biasa gue akan mulai dengan intro yang nggak penting. Seharusnya jadwal gue hari ini adalah nulis artikel dan sinopsis. Apalagi deadline artikel sebenarnya hari Jumat kemarin, sedangkan sinopsis sudah diuber-uber oleh sang editor (he he he peace Sa :) >- ). Tapi karena agak suntuk, sekalian beli Aqua galon, gue putuskan nonton film ini di 21 terdekat.

Seperti biasa kalau nonton sendiri gue terlambat masuk studio, karena ritual beli tiket dan cemilan dilakukan secara seri bukan paralel (makin ga penting saja bahasannya ya). Ternyata isi cerita film ini juga tidak terlalu penting. Diawali dari Selasih (Luna Maya) yang menjadi pendatang di daerah Pulo Bantal yang secara tidak sengaja (mungkin ini bukan awalan, tapi kan tadi gue udah bilang, gue telat masuk studio) akhirnya harus nyanyi bersama orkesnya Dodi Irama (Ringgo Agus Rahman) yang saat itu menjadi Wedding Singer. Sontak saja semua mata beralih memandang kecantikan Asih.

Read the rest of this entry »


The Godfather trilogy

May 16, 2009

Tiba-tiba gue pengen ngereview film trilogi ini walaupun gue nonton film ini Agustus tahun lalu. Ini semua gara-gara si Nenni yang nelpon gue kayak orang kebakaran jenggot (eh dia kan ga punya jenggot, jilbab deh) karena gue dapat karakter Michael Corleone. Cukup aneh sebenarnya, sebab gue dan ada satu orang lagi yang dapat karakter Michael Corleone sebenarnya lebih menyukai karakter Vito Corleone.

Alkisah di film Godfather pertama digambarkan karakter Vito Corleone, seorang pimpinan mafia yang sangat berkuasa. Dia bisa menyingkirkan siapa pun yang menghalangi niat dan usahanya. Pada saat itu Michael Corleone yang tengah di mabuk cinta dengan Kay justru tidak suka dengan kegiatan mafia tersebut. Dia bahkan bilang ke Kay bahwa tidak ingin terlibat sedikit pun dengan kegiatan mafia keluarganya. Dia tidak suka dengan kekerasan dan organisasi mafia yang penuh intrik. Namun ternyata prinsip itu bisa berubah seratus delapan puluh derajat, bahkan Michael bisa bermetamorfosa menjadi pimpinan mafia yang keji dan tidak pandang bulu jika dibandingkan dengan ayahnya. Saat Vito tertembak, ketika dirawat di rumah sakit justru Michael yang paling peduli dan memegang peranan penting saat menjaga ayahnya dari serangan berikutnya. Berbeda dengan ayahnya yang lebih bijaksana dalam bertindak untuk memperoleh solusi terbaik, Michael sanggup menghabisi saudara sendiri jika dianggap berkhianat. Cukup ironis, orang yang tadinya begitu menghindari tindak kekerasan justru ringan tangan dalam membalas dendam.

Read the rest of this entry »


Bongkar by Iwan Fals

May 13, 2009

Kalau cinta sudah di buang
Jangan harap keadilan akan datang
Kesedihan hanya tontonan
Bagi mereka yang di perbudak jabatan

Read the rest of this entry »


Single Happy by Oppie

May 8, 2009

Mereka bilang aku pemilih dan kesepian

Terlalu keras menjalani hidup

Beribu nasehat dan petuah yang diberikan

Berharap hidupku bahagia

Aku baik-baik saja

Menikmati hidup yang aku punya

Hidupku sangat sempurna

I’m single and very happy

Mengejar mimpi-mimpi indah

Bebas lakukan yang aku suka

Berteman dengan siapa saja

I’m single and very happy

Mereka bilang sudah saatnya karena usia

Untuk mencari sang kekasih hati

Tapi ku yakin akan datang pasangan jiwaku

Pada waktu dan cara yang indah

Aku baik-baik saja

Menikmati hidup yang aku punya

Hidupku sangat sempurna

I’m single and very happy

Mengejar mimpi-mimpi indah

Bebas lakukan yang aku suka

Berteman dengan siapa saja

I’m single and very happy

I’m single and very happy

Waktu terus berjalan

Tak bisa kuhentikan

Kuinginkan yang terbaik untukku