Mungkin memang seharusnya penulis skenario mengawali karirnya sebagai kritikus film. Hal ini terbukti dari kelihaian Joko Anwar dalam penyusunan plot. Opening film ini mungkin kurang dapat memancing keingintahuan penonton ketika Jojo (Tora Sudiro) dikejar-kejar preman Ambon. Penonton sempat sedikit tergelitik waktu adegan mundur sedikit dan terlihat Jojo sedang dipecut oleh seorang perempuan berbaju hitam (Melisa Karim). Hingga akhirnya diflashback lagi hingga ke awal cerita di mana Jojo yang berusaha mencari pekerjaan.
Sinetron Indonesia kini Layak Tonton
November 24, 2007Tentunya banyak yang heran dengan judul blog di atas. Di tengah hancurnya sinetron-sinetron Indonesia dengan cerita-cerita yang banyak mengadaptasi dari film-film atau sinetron luar negeri jaman dahulu. Dan para aktor dan aktris yang terlalu over acting.
Selama ini sinetron yang gue lihat adalah adaptasi dari sisa-sisa kenangan film seri televisi luar negeri jaman dahulu yang sudah kadaluwarsa. Bahkan sinetron komedi juga merupakan adapatasi dari komik Donal Bebek yang juga kadaluwarsa. Beberapa waktu lalu ada adaptasi kartun Candy-candy yang tentu saja dari segi cerita sudah dibantai habis-habisan. Kisah yang mengharukan dengan matinya Anthony malah di versi sinetron Indonesia ternyata tetap dipertahankan hidup. Dan entah sudah berapa banyak adaptasi dari film Dangerous Mind dan film seri Heart Break High, di hari Sabtu yang cerah dan penuh deadline artikel ini gue mencoba untuk mengetik artikel sambil nyetel tv. Dan suguhan yang ditayangkan oleh SCTV berjudul Guruku Jagoan mengingatkan gue perpaduan cerita antara Heart Break High, dicampur Dangerous Mind mungkin sedikit ditambah film Sister Act duh ngaco kan gue. Intinya film ini sebenarnya jauh dari predikat layak tonton, baik dari segi casting maupun dari segi acting. Mosok sosok guru diperanin sama cewe ABG, jangan-jangan bagian castingnya abg juga, jadi asal milih temennya gitu buat mainin peran. Dari segi akting, baik yang jadi kepala sekolah, guru dan murid-murid semuanya over acting. Dan entah kenapa kalo gue liat sekilas kok kayaknya pemerannya sama semua dengan yang main di sinetron Candy.
Lhoo, terus kenapa judulnya layak tonton? Jangan salah, layak tonton di sini kan bukan berarti Anda harus menonton, ngikutin cerita atau menyetel sinteron tv tersebut dengan audio. Berhubung anak Abegeh jaman sekarang mukanya masih seger-seger dan enak dilihat… Ya gak usah mempertimbangkan akting yang ancur-ancuran itu… setel aja sinetron itu, ilangin suara.. dan nikmati wajah-wajah abegeh mereka.. selamat menonton…
Bete kan.. hua ha ha ha ha… ini adalah salah satu dari tulisan gue yang tidak bermutu… maklum lagi ngerjain detlen… refreshing dikit sih maksudnya :p
Presentasi Pakai Phone Point
November 17, 2007Jika Anda pernah punya pengalaman kelimpungan mencari-cari remote control untuk mengendalikan slide-slide presentasi Anda, sebaiknya coba dulu Phone Point buatan Devlex. Karena walaupun Anda sudah menyiapkan materi dengan matang, tetapi peralatan presentasi pendukung belum lengkap, bisa-bisa kepanikan akan melenyapkan konsentrasi Anda. Sebab dengan Phone Point ponsel mania dapat memanfaatkan ponsel sebagai pengendali program presentasi Anda, tentunya akan lebih aman. Karena Anda pastinya selalu membawa ponsel kemana saja.
Kelebihan lain dari aplikasi PhonePoint ini adalah, Anda tidak perlu khawatir untuk menghitung waktu presentasi Anda. Karena aplikasi PhonePoint pada layar ponsel Anda terbagi menjadi 3 penunjuk, yaitu slide yang sedang ditampilkan pada layar atas, dan waktu yang telah dihabiskan pada slide yang sedang ditamplikan pada layar kiri bawah dan waktu yang dihabiskan pada keseluruhan presentasi yang sedang berlangsung pada layar kanan bawah.
Posted by rorygilmore
Posted by rorygilmore 
Posted by rorygilmore 