Sebenarnya kejadian ini terjadi sekitar seminggu sebelum lebaran, namun berhubung saya terlalu malas mentransfer foto-foto di tkp. Maka saya baru melakukan postingan ini sekarang.
Bagi para karyawan yang memiliki kendala transportasi untuk ke kantor, pastinya sangat terbantu dengan adanya omprengan atau sejenis kendaraan pribadi yang berbaik hati memberikan tebengan dengan imbalan sejumlah uang untuk pengganti tarif tol dan biaya bahan bakar. Hubungan semacam ini adalah simbiosis mutualisme, karena si pengendara diuntungkan karena dapat melewati jalur 3 in 1 tanpa melanggar peraturan plus diringankan biaya tol dan bahan bakar, penebeng tidak perlu repot-repot menyetir kendaraan sendiri atau gonta-ganti angkutan umum.
Sayangnya hubungan mutualisme ini terancam menjelang lebaran. Beberapa kendaraan pribadi dicegat, terutama yang memuat penumpang lebih dari 3 orang. Pengendara diperlakukan tidak senonoh dengan cibiran dan hardikan. Sementara penumpang juga tak kalah naasnya diinterogasi sampai dimintai KTP segala. Anehnya ketika saya bertanya apa keperluan sang petugas meminta KTP mereka malah menyuruh saya diam. Waktu saya tanya surat tugas penggeledahan KTP, mereka tidak menggubris dan malah meminta KTP penumpang lain. Walaupun memang mereka tidak berani meminta KTP saya.
Akibat tindakan para oknum tersebut, beberapa hari berikutnya beberapa pengendara mobil tidak berani lagi memberikan tumpangan pada orang-orang yang membutuhkan transportasi. Padahal di sisi saya sendiri kendala transportasi cukup tinggi. Pertama saya tidak jago orientasi jalan, kedua saya malas nyetir dalam keadaan masih ngantuk, ketiga saya ga tau angkutan umum menuju kantor saya kudu nyegat di mana, keempat ribet bener nyetir di antara motor-motor ya ga tau atauran lalu lintas, kelima bahan bakar dan tol cukup mahal, keenam apalagi taksi, ketujuh dst dst…
Tapi akhirnya mau ga mau saya bawa mobil juga, akibatnya saya nyupir sambil mangku peta dan sempat salah jalur masuk ke jalur seaarah dari arah sebaliknya. Soalnya jalur di peta kan ga ada keterangan, itu jalur searah atau bukan. Pokoknya pengorbanan ga naik omprengan itu lebih besar daripada bawa kendaraan sendiri atau alternatif lain deh. Padahal menurut undang-undang juga ga ada tuh aturan sesama karyawan ga bole ngasih tebengan, bahkan malah ada yang mengkomersialkannya dalam bentuk situs nebeng.
Beberapa oknum yang melakukan pencegatan secara tidak manusiawi tersebut di daerah sekitar Komdak tersebut adalah: Kasmin, Sudiarto dan Hendro P. Kebetulan nama mereka juga terbaca di beberapa foto yang berhasil diambil.

October 20, 2007 at 5:28 am |
waduh,sampe ada namanya sgala

sgitu keselnya ya ndah
tapi mang busuk tuh,maunya cari duid aja.gembel bgt nyari2 salahnya
October 20, 2007 at 5:29 am |
Sikap kamu nggak mau menunjukkan KTP cukup berani dan patut disaluti. Tapi kenapa mesti tetap menggunakan kata “oknum” sih? Rasanya nggak perlu pake kata “oknum”, lha jelas-jelas polisi kok.
Tapi yang paling seru tentu aja: nyetir sembari mangku peta. Hahahaha!!
)
October 22, 2007 at 12:49 am |
ssshh.. rahasia itu… kalo ga mangku peta, nyasar dong oom..
October 26, 2007 at 6:33 am |
ooo.. pulisi gitu mah byk di cempaka putih
November 1, 2007 at 12:32 am |
wah, lmyn buat cari makan tuh ditnya
November 19, 2007 at 6:20 pm |
memang polisi itu kadang jadi mahluk pengganggu yang menyebalkan, meskipun gak semuanya begitu.. sama seperti gak semua politikus itu penjahat… ada satu-dua yang nggak begitu… yang lagi tidur aja suka bikin orang stress, apalagi yang bangun, hihi…
December 9, 2007 at 7:12 am |
hihihi hebat sampe bawa peta…
katanya sih women can’t read a map
December 9, 2007 at 9:30 am |
wah gue sih percaya sepenuhnya sama peta…
kadang gue lebih hafal halaman di peta dibanding jalanan yang benerannya..
April 21, 2008 at 2:14 am |
ah masyarakatnya aja yang bego….. kalau polisi nggak ada aja di cari2 tapi kalau ada di lecehkan. bagai mana kalau polisi didunia ini di hapus? rusak suatu negara…huh masyarakat yang aneh
April 27, 2008 at 2:57 am |
gue emang aneh…
tapi gue yakin kalo polisi di dunia ini dihapus, negara ga rusak kok… berani coba oom bripda?