Serangga itu Namanya KECOAK

BINATANG kecil pipih berkaki enam bergerigi ini biasa muncul di malam hari dari balik dinding dan gorong-gorong. Warnanya cokelat merah kehitaman. Kemunculannya kerap kali membuat orang jijik. Apalagi, ia termasuk serangga yang susah dibasmi.

Kecoak atau lipas sudah hadir sejak 300 juta tahun silam tanpa banyak berevolusi. Ia ditakdirkan untuk bertahankan di segala musim dan iklim, dari panas yang menyengat sampai dingin yang membekukan. Kecoak bahkan lebih resisten terhadap radiasi dibandingkan dengan makhluk lain. Saat bom atom dijatuhkan di Jepang pada era Perang Dunia II, kecoak termasuk spesies yang selamat. Pembelahan sel di tubuh kecoak lebih lambat daripada pembelahan sel di tubuh manusia. Karena itu, sel tubuh mereka lebih tahan menghadapi radiasi.

Planet bumi, saat ini menghidupi lebih dari 3.000 spesies kecoak. Mereka tersebar di dalam rumah, restoran, rumah sakit hingga hutan lebat Amazon.

Hebatnya lagi, kecoak dapat bertahan hidup selama berhari-hari tanpa kepalanya. Betul, kecoak tidak butuh otak untuk alat kontrol tubuh. Ia juga tidak butuh kepala untuk bernapas. Kehilangan kepala juga tidak membuatnya kehabisan darah. Tetapi, ia membutuhkan kepala untuk makan. Jadi, kecoak tanpa kepala akhirnya akan mati juga karena kelaparan.

Di alam bebas, kecoak menjadi santapan burung, mamalia kecil, dan binatang amfibi. Namun di perkotaan, kecoak nyaris tidak punya musuh, kecuali Anda yang mati-matian berusaha membunuhnya, meski sering tidak mudah. Dan kalau Anda mengira kecoak bisa mampus dengan sekali pukul, Anda salah besar! Punggung kecoak memiliki pelindung yang kuat. Beberapa menit berselang, kecoak itu pasti sudah kabur entah ke mana. Kecuali, jika Anda membalik tubuh si kecoak.

Ketahanan kecoak diimbangi pula dengan kecepatannya berkembang biak. Dalam sebulan ia bisa menghasilkan lipas yunior lebih dari 40 ekor. Mereka kaum omnivora. Makan apa saja; feses, lem, sisa makanan di dapur, organisme mati (termasuk mayat manusia), keturunannya sendiri, bahkan bir pun dilahapnya.

Selain menyebabkan fobia pada manusia, kecoak dituding mengontaminasi makanan dengan bakteri dan penyakit. Ia juga dituduh menyebabkan gangguan pernapasan dan memicu asma.

Nah, lalu apa guna kehadiran kecoak? Binatang menjijikkan berjumlah miliaran dan susah dibasmi ini ternyata punya kegunaan. Kecoak itu bagian dari rantai makanan. Kalau ia hilang, ibarat rantai, tanpa kehadirannya, motor atau sepeda Anda tidak akan bisa berjalan. Jadi, tanpa kecoak, hewan pemangsa kecoak juga bisa lenyap. Begitu seterusnya.

Selain sebagai santapan binatang lain, kecoak juga dapat membantu membantu membersihkan lingkungan kita dari sisa-sisa organisme. Mereka kan doyan menyantap sisa-sisa organisme mati.

Jika Anda merasa sudah rajin bembersihkan rumah tetapi masih melihat kecoak menginvasi dapur Anda, jangan buru-buru merasa terintimidasi! Bergembiralah! Percaya atau tidak, ini sesungguhnya bukti bahwa lingkungan rumah anda sudah bersih. Saking bersihnya sampai-sampai tidak menyisakan makanan bagi sejumlah kecil koloni kecoak. Akhirnya, mereka nekad mengorek-ngorek sisa makanan di dapur.

Pernah dengar tidak, kecoak ternyata mengandung protein tinggi? Layak santap dong? Tepat sekali! Asal Anda tidak merasa jijik. Saya punya resepnya.

Kecoak Panggang
Bahan:
– kecoak beberapa ekor
– bawang putih secukupya
– garam secukupnya
Cara memasak:
Potong keenam kaki kecoak serta sayapnya. Buang bagian kepala. Buat irisan memanjang di bagian perut kecoak supaya bumbu meresap. Campur dengan bawang dan garam. Panggang hingga matang. Sajikan.

Nah, kalau Anda tipe penyayang binatang dan tidak tega membunuhnya, silakan dipelihara saja. Saat ini ada saja yang tertarik menjadikan kecoak sebagai binatang kesayangan. Umumnya, mereka memang tertarik pada binatang-bintang eksotis.

Seorang teman saya yang hobi memelihara hewan aneh-aneh, pernah memelihara kecoak pada waktu ia masih kanak-kanak. Jumlahnya dua ekor. Kecoak itu ia kandangkan dalam kotak sepatu dan secara regular ia beri makan. Sayangnya, kedua hewan imut itu melarikan diri saat pembantu rumah tangga teman saya membersihkan kamarnya. Menarik bukan? Mau coba?

Written by: Dria Soetomo

4 Responses to Serangga itu Namanya KECOAK

  1. de' BONJOL says:

    ternyata resepnya persis ama punya temen kuh yg di jogja … dia type pemakan segala … bahkan muup { biji na ” sensor ” pun udah dia coba ,di dapat sewaktu menemukan m***t di dekat rel kereta yg hancur trs dia coba iris pk kater trs di bawa pulang} lalu di bersihin kemudian di sate .. dia bilang rasanya melebihi daging semua binatang,soalna dia sudah merasakan hampir semua daging hewan kecuali kutu dan bangsat dan semacamnya yg terlalu kecil … dia tidak gila … tapi sekarang entah kmn ga tahu setelah menikah gw ga dgr lagi kabarnya …. hehehehe setelah baca resep ini gw jadi inget dia …. muup kalo barusan gw kasih komentar agak sadis …

  2. nad says:

    waks…geli banget liyat gambar kecoaknya

  3. noel says:

    ini kecoak super. guede bgt

  4. nakita says:

    ih, menjijikan. tapi temenku pernah coba katanya enak (eeewww)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 866 other followers

%d bloggers like this: